Suara.com - Sebuah inisiatif bertajuk "Mangrove Sketch dan Write" berlangsung di Pantai Baros, diprakarsai oleh Karang Taruna Keluarga Pemuda-Pemudi Baros.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menanam pohon mangrove, tetapi juga sebagai wadah edukasi bagi generasi muda dalam menjaga lingkungan.
Sejak ditanam pertama kali oleh LSM bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2003, hutan mangrove di kawasan ini telah menunjukkan potensi signifikan dalam konservasi ekosistem pesisir.
Potensi Hutan Mangrove di Baros
Hutan mangrove di Pantai Baros memiliki nilai penting. Sejak awal tahun 2000-an, kawasan ini dikenal memiliki spesies mangrove yang berpotensi besar.
Salah satu contohnya adalah pohon mangrove berusia lebih dari satu abad, yang dikenal sebagai Sunerasia atau wijojo oleh masyarakat lokal.
Dengan dukungan Karang Taruna KP2B, anak-anak muda di dusun Baros berkomitmen untuk terus melestarikan lingkungan, khususnya dalam hal penanaman pohon mangrove.
Mangrove di Pantai Baros dipersiapkan untuk memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dalam proses pertumbuhan, pohon-pohon ini memerlukan waktu untuk matang sebelum dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap ekosistem.
Baca Juga: Kawasan Mangrove Baros: Jejak Kepedulian Warga akan Konservasi Lingkungan
Dalam waktu lima tahun, hutan mangrove akan mulai berfungsi dengan baik dan setelah dua dekade, manfaatnya dapat dirasakan secara signifikan.
Manfaat bagi Masyarakat
Manfaat hutan mangrove di Pantai Baros sangat beragam. Salah satu fungsi utamanya adalah mengurangi abrasi yang mengancam wilayah daratan.
Dengan akar yang kuat, pohon-pohon mangrove berperan seperti bangunan yang tangguh.
Di sebelah utara hutan, terdapat kawasan pertanian yang terbuat dari pengaruh intrusi air laut.
Air asin yang masuk ke daratan akhirnya dapat disela dan dinetralkan, sehingga meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan
-
5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?
-
Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global
-
Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan
-
7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet
-
Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB
-
Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri
-
Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis