Aku pun menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek dengan mengobrol atau bernostalgiakarena kita jarang bertemu. Untuk mengisi waktu luang di siang hari, nenek mengajariku merajut benang untuk dijadikan sweeter atau topi. Begitu pula dengan kakek, ia juga terkadang memanjakan aku dengan berbagai cerita leluconnya yang selalu aku nantikan.
Di sore harinya, aku bersama nenek dan kakek berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan sambil menunggu Ayah dan Ibuku pulang. Nah, saat kedua orang tuaku pulang, biasanya mereka membeli makan malam yang lezat untuk kita santap bersama-sama. Aku tentu sangat senang dan menikmati liburanku di rumah bersama keluargaku.
3. Libur yang Kuisi dengan Membantu Ibu
Liburan kenaikan kelas kali ini sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Di mana aku menghabiskan seluruh waktu liburanku di rumah saja karena adikku baru saja lahir dua minggu lalu dan ayahku bekerja di luar kota. Aku mengisi liburanku dengan membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga adikku.
Biasanya di pagi hari, aku akan membantu Ibu mengemas pakaian kotor dan mengantarnya ke depan rumah untuk menyerahkan ke tukang antar jemput laundry. Setelah itu, aku mandi lalu sarapan. Selesai sarapan, aku bergegas membereskan kamar tidur dan ruang keluarga.
Selain itu, masih banyak pekerjaan rumah lainnya yang aku kerjakan bersama-sama dengan Ibu. Sering kali aku juga hanya disuruh untuk menjaga adik saat Ibu sedang menyelesaikan pekerjaan rumah.
Sebagai seorang anak dan kakak, tentu aku tidak merasa keberatan atau jengkel lantaran menghabiskan liburan hanya di rumah saja. Karena aku merasa senang dapat membantu Ibu dan melihat tumbuh kembang adikku yang semakin menggemaskan.
4. Liburan dengan Berpetualangan di Halaman Belakang Rumah
Liburan sekolah kali ini aku menemukan harta karun di gudang ayah. Bersama dengan kedua adikku, kami menjelajahi halaman belakang serta menyusun teka-teki. Di tengah keseruan saat kami menjelajah halaman belakang tumah kami pun menemukan kotak tua berisi koin-koin kuno.
Setelah kami bongkar, koin itu ternyata peninggalan kakek. Kami tahu lantaran ada tulisan di bagian depan kotak nama kakek kami. Wah, ternyata barang peninggalan yang sudah berusia puluhan tahun itu masih tersimpan rapi di gudang ayah. Langsung saja kami hitung koin yang ada di dalam kotak.
Setelah beberapa saat menghitung, ternyata ada sekitar 100 lebih koin kecil dan 54 koin besar. Saat koin di kotak sudah berhasil kami keluarkan semua, ternyata ada secarik kertas di bagian bawahnya. Dijelaskan jika kakek sengaja menyembunyikan kotak itu untuk kami temukan. Ia ingin kami tahu dan belajar mengenai kehidupan masa lampau melalui koin-koin tersebut.
Baca Juga: Sekolah di Tiga Provinsi Sumatra Kembali Normal Mulai 5 Januari, Siswa Boleh Tidak Pakai Seragam
Petualangan ini tentu menjadi momen yang sangat berkesan dan membuat kami merasa lebih dekat dengan kakek. Itulah cerita singkatku selama liburan kemarin.
5. Bermain Tenda Bersama Adik di Rumah
Libur akhir semester kali ini, aku dan adik tidak mengunjungi tempat wisata. Akan tetapi itu bukan alasan kami untuk tidak menikmati momen liburan yang seru dan berkesan. Untuk mengisi waktu libur, kami memutuskan untuk membuat tenda dari selimut di ruang tamu.
Ibu tampak terheran-heran semua selimut di lemari kami ambil. Ia tidak marah, hanya menggelengkan kepala dan berpesan kepada kami untik membereskannya setelah selesai bermain. Kami pun melanjutkan permainan seru ini.
Aku mulai memasang selimut dengan mengaitkan ke paku yang ada di dinding rumah membentuk tenda. Bagian ujung selimut aku tindih dengan batal supaya terbentuk ruangan di dalamnya. Tenda milikku pun sudah jadi.
Tak lupa aku hiasi tenda itu dengan selendang warna-warni dan boneka agar lebih elok dipandang. Sementara adik memakai kursi sebagai penyangga selimut. Ia taruh selimut di atas kursi lalu ditimpa ujungnya dengan bantal dan guling.
Setelah selesai membangun tenda dari selimut, kami pun membawa senter dan camilan ke dalam tenda. Meski hanya di dalam rumah, namun rasanya seperti sedang berkemah di hutan. Tanpa disadari, kami tertidur hingga malam pagi hari. Demikian cerita seruku selama liburan di rumah.
Itu tadi contoh cerita pendek liburan sekolah di rumah yang dapat dijadikan referensi. Semoga membantu ya!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis