- Pemanfaatan energi surya kian menjadi pilihan strategis untuk menjalankan operasional yang lebih hemat dan mandiri.
- Investasi pada panel surya membantu menekan konsumsi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada jaringan konvensional.
- Lebih dari sekadar simbol keberlanjutan, energi surya kini hadir sebagai bagian dari gaya hidup modern yang efisien dan berjangka panjang.
Suara.com - Di tengah cuaca kota yang kian panas dan konsumsi listrik yang terus meningkat, energi surya perlahan bergeser dari sekadar alternatif menjadi pilihan hidup yang lebih masuk akal.
Panel surya kini tidak lagi identik dengan simbol “hijau” semata. Bagi banyak pelaku industri, teknologi ini hadir sebagai solusi praktis untuk menekan konsumsi listrik dari jaringan konvensional, sekaligus membangun efisiensi jangka panjang yang lebih stabil.
Menghasilkan energi sendiri berarti mengurangi ketergantungan, mengelola biaya dengan lebih terukur, dan mengambil kendali atas kebutuhan energi harian.
Pendekatan ini tercermin dalam langkah PT Mowilex Indonesia yang memasuki tahun ketujuh berturut-turut sebagai perusahaan terverifikasi netral karbon.
Alih-alih berhenti pada pencapaian sertifikasi, Mowilex memilih melangkah lebih jauh dengan menjadikan energi surya sebagai bagian dari kebiasaan operasional sehari-hari.
Pada 2025, Mowilex meresmikan instalasi panel surya berskala besar di atap pabriknya di Cikande, Banten. Sistem ini diproyeksikan mampu menurunkan konsumsi listrik pabrik hingga 25 persen.
Sebelumnya, panel surya atap juga telah terpasang di kantor pusat Mowilex sejak 2023 dan kini memasok sekitar seperempat kebutuhan listrik gedung tersebut.
Bagi perusahaan dengan profil konsumsi energi yang sebagian besar bergantung pada listrik—sekitar 71 persen dari total penggunaan energi—langkah ini bukan sekadar eksperimen. Pemanfaatan energi surya menjadi cara untuk membuat operasional terasa lebih ringan, efisien, dan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari jaringan utama.
“Seiring waktu, pengelolaan karbon tidak lagi hanya soal laporan, tetapi prinsip yang memengaruhi cara kami merencanakan penggunaan energi dan menentukan prioritas investasi,” ujar Chief Supply Chain Officer Mowilex Indonesia, Yossy Tresinya Prameswari.
Baca Juga: Sejarah Baru! Energi Surya dan Angin Kalahkan Batu Bara di Tahun 2025
CEO Mowilex Indonesia, Niko Safavi, menilai bahwa perubahan paling penting justru terjadi ketika perusahaan berhenti mengejar simbol dan mulai berinvestasi pada infrastruktur.
Dengan menjadikan energi surya sebagai sumber energi tambahan yang nyata, perusahaan tidak hanya mempertahankan status netral karbon, tetapi juga membangun fondasi efisiensi yang lebih tahan terhadap dinamika pasokan listrik dan tantangan energi di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Masih Makan dan Minum Saat Imsak, Puasa Jadi Batal atau Tidak?
-
Resmi! Cek Tanggal Merah Libur Panjang Sekolah Idul Fitri 2026, Berapa Hari Totalnya?
-
7 Sepatu Lokal Mirip Vans Original, Kualitas Juara Harga Ramah di Kantong
-
Apakah Membaca Al-Quran di HP Harus Wudhu Dahulu? Ini Hukum dan Aturannya
-
5 Model Gamis Lebaran 2026 Terbaru yang Simple dan Elegan, Harga Terjangkau
-
5 Rekomendasi Sepatu Slip On Lokal Berkualitas di Bawah Rp300 Ribuan, Anti Ribet dan Stylish
-
Apakah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasannya Menurut Hadis
-
Umrah Mandiri Makin Diminati: Panduan Lengkap Rencanakan Ibadah Fleksibel dari Visa sampai Hotel
-
Gili Trawangan Dinobatkan Punya Laut Paling Nyaman untuk Berenang di Dunia
-
Potret Masjid Agung As-Salam Lubuk Linggau: Ikon Religi yang Kian Bersinar Sambut Ramadan