- Studi CV Villas mengidentifikasi destinasi laut paling nyaman berdasarkan standar suhu WHO (26–30°C) dan faktor alam lainnya.
- Gili Trawangan di Indonesia meraih peringkat teratas sebagai destinasi dengan kondisi laut terbaik untuk berenang secara global.
- Lebih dari separuh destinasi terbaik adalah pulau karena garis pantai terlindungi dan perairan yang cenderung lebih tenang.
Suara.com - Tak ada yang mengalahkan sensasi menceburkan diri ke laut biru yang jernih saat liburan. Airnya hangat, ombaknya tenang, angin sepoi-sepoi—momen sederhana yang bisa langsung menghapus penat. Tapi tentu saja, pengalaman berenang di laut bisa sangat berbeda tergantung kondisi alamnya. Terlalu dingin, terlalu panas, atau terlalu berangin bisa membuat sesi berenang jadi kurang maksimal.
Kabar baiknya, sebuah studi terbaru dari CV Villas mengungkap daftar destinasi dengan kondisi laut paling nyaman untuk berenang sepanjang tahun. Mengacu pada standar suhu ideal untuk berenang dari World Health Organisation (WHO), yakni 26–30°C, studi ini menganalisis suhu laut tahunan, kecepatan angin, tingkat tutupan awan, hingga indeks UV untuk menentukan lokasi dengan kondisi terbaik.
Hasilnya? Gili Trawangan di Indonesia berhasil menempati peringkat pertama sebagai destinasi dengan “most swimmable seas” di dunia, dengan skor 78,6 dari 100.
Gili Trawangan, Surga Tropis untuk Pecinta Laut
Terletak di lepas pantai barat laut Lombok, Gili Trawangan dikenal sebagai pulau tropis yang hidup namun tetap santai. Di sini, transportasi bermotor tak diizinkan—wisatawan hanya bisa berkeliling dengan sepeda atau cidomo (kereta kuda). Atmosfernya pun terasa lebih intim dan alami.
Air lautnya yang jernih kebiruan menawarkan kondisi berenang yang ideal hampir sepanjang tahun. Tak hanya itu, Gili Trawangan juga populer untuk snorkeling dan spotting penyu di habitat aslinya. Kombinasi suhu air yang konsisten hangat, perairan relatif tenang, serta langit cerah membuat pulau ini unggul dibanding destinasi lain di dunia.
Destinasi Pulau Mendominasi
Menariknya, lebih dari separuh dari 15 besar destinasi terbaik untuk berenang berada di kawasan pulau. Faktor garis pantai yang terlindungi, keberadaan terumbu karang, serta perairan yang lebih tenang menjadi kunci utama.
Selain Gili Trawangan, beberapa pulau lain yang masuk daftar global antara lain Koh Samui (Thailand), Unawatuna dan Trincomalee (Sri Lanka), Coron (Filipina), hingga Zanzibar (Tanzania). Pulau-pulau ini dikenal memiliki suhu laut yang stabil serta panorama alam yang memanjakan mata.
Baca Juga: Imlek di Tepi Laut Jakarta: Sensasi Unik Perayaan yang Tak Akan Anda Temukan di Tempat Lain!
Sharm El Sheikh dan Hurghada di Mesir juga menempati posisi tinggi, menunjukkan bahwa kawasan Laut Merah dan Samudra Hindia memiliki kondisi laut yang konsisten hangat sepanjang tahun.
Samudra Hindia dan Mediterania Unggul
Sekitar sepertiga destinasi terbaik versi CV Villas berada di kawasan Samudra Hindia. Perairan di kawasan ini cenderung memiliki suhu hangat yang stabil, sehingga cocok untuk berenang kapan saja.
Sementara itu, wilayah Mediterania juga tampil kuat. Fethiye di Turki menempati posisi keempat secara global dan menjadi destinasi Mediterania dengan peringkat tertinggi. Laguna Ölüdeniz yang dilindungi UNESCO dikenal dengan airnya yang sangat tenang dan sebening kristal—tempat sempurna untuk berenang santai sambil menikmati lanskap dramatis khas Turki.
Cyprus juga mencatat dua destinasi dalam daftar global, yakni Protaras dan Ayia Napa, yang terkenal dengan pantai berpasir keemasan dan laut biru yang bersih.
Tren “Swimming Holidays” Kian Populer
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik