Lifestyle / Female
Senin, 05 Januari 2026 | 07:17 WIB
Ilustrasi - perbedaan sleeping mask dan moisturizer. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Moisturizer harian memiliki konsentrasi bahan aktif ringan untuk hidrasi rutin.
  • Hal itu berbeda dari sleeping mask yang merupakan perawatan intensif.
  • Namun keduanya sama-sama dipakai di urutan terakhir saat skincare malam.

Suara.com - Bagi para pencinta skincare, tahapan melembapkan wajah adalah kunci untuk mendapatkan kulit yang glowing dan sehat. Namun, seringkali muncul pertanyaan, "apakah sleeping mask sama dengan moisturizer?"

Atau mungkin pertanyaan "bolehkah saya hanya menggunakan salah satunya saja?"

Meskipun keduanya memiliki fungsi dasar untuk menghidrasi kulit, ternyata sleeping mask dan moisturizer memiliki peran, kandungan, dan cara kerja yang berbeda.

5 Perbedaan Sleeping Mask dan Moisturizer

Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar rutinitas perawatan wajah Anda tidak sia-sia. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Konsentrasi Kandungan Bahan Aktif

Perbedaan paling mendasar terletak pada intensitas formulanya. Moisturizer atau pelembap harian dirancang untuk menjaga hidrasi kulit sepanjang hari. Kandungannya biasanya lebih ringan agar nyaman digunakan di bawah makeup atau saat beraktivitas.

Sebaliknya, sleeping mask adalah "booster" atau perawatan intensif. Ia memiliki konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi, seperti antioksidan, asam hialuronat yang lebih pekat, atau bahan anti-penuaan.

Jika moisturizer adalah vitamin harian, maka sleeping mask adalah "infus nutrisi" yang bekerja ekstra saat Anda beristirahat.

2. Cara Kerja: Mengunci vs Menyerap

Moisturizer bekerja dengan cara memperkuat skin barrier dan mencegah air di dalam kulit menguap (transepidermal water loss). Teksturnya dibuat agar meresap ke lapisan kulit untuk memberikan kenyamanan instan.

Sementara itu, sleeping mask bekerja dengan teknologi occlusive yang lebih kuat. Ia menciptakan lapisan film tipis di atas permukaan kulit yang berfungsi untuk "mengunci" semua produk skincare yang Anda gunakan sebelumnya (seperti serum dan toner).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Basic Skincare dr Tompi Versi Murah di Bawah Rp50 Ribu

Lapisan ini memastikan nutrisi terserap perlahan sepanjang malam selama waktu regenerasi sel kulit paling aktif, yakni pukul 22.00 hingga 02.00 pagi.

3. Tekstur dan Sensasi di Kulit

Jika Anda perhatikan, moisturizer biasanya memiliki tekstur yang bervariasi tergantung jenis kulit, mulai dari gel yang ringan untuk kulit berminyak hingga krim kental untuk kulit kering. Tujuannya agar produk cepat meresap dan tidak meninggalkan rasa lengket yang mengganggu aktivitas.

Sleeping mask umumnya memiliki tekstur gel-krim atau water-based yang lebih kaya dan sedikit lebih lengket. Tujuannya memang untuk bertahan di atas kulit dalam waktu lama.

Beberapa produk sleeping mask modern bahkan memiliki efek "cooling" atau mendinginkan untuk menenangkan kulit yang stres setelah seharian terpapar polusi.

4. Frekuensi Penggunaan

Ini adalah poin yang paling sering memicu kesalahan. Moisturizer wajib digunakan setiap hari, dua kali sehari (pagi dan malam). Tanpa pelembap, kulit akan kehilangan elastisitasnya dan mudah mengalami iritasi.

Sedangkan sleeping mask tidak disarankan untuk digunakan setiap hari. Karena konsentrasi bahan aktifnya yang tinggi, penggunaan setiap malam justru berisiko membuat kulit mengalami over-nutrition atau pori-pori tersumbat.

Load More