Ketika berbicara tentang kuliner Jawa Barat, kita tidak bisa mengabaikan kelezatan yang ditawarkan oleh Sate Kadal atau Sate Biawak.
Dilansir dari javaprivatetour, makanan ini bukan sekedar hidangan, tetapi juga merupakan pengalaman yang menggugah selera, terutama bagi para penjelajah rasa yang berani mencoba sesuatu yang berbeda.
Apa Itu Sate Kadal?
Sate Kadal terbuat dari daging biawak yang populer di kawasan Bandung. Makanan ini dikenal oleh sebagian orang sebagai kuliner ekstrem, karena bahan utamanya adalah reptil yang hidup di daerah rawa.
Dalam tradisi kuliner, Sate Kadal tidak hanya sekedar rasa, tetapi juga mengandung nilai budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.
Daging biawak yang dimasak dengan bumbu khas Jawa menambah daya tarik dari hidangan ini.
Mengapa Sate Kadal Menarik untuk Dicoba?
Dari segi rasa, Sate Kadal menawarkan perpaduan unik antara bumbu dan tekstur dagingnya.
Daging biawak diolah dengan bumbu yang kaya rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, dan gula merah, memberi cita rasa yang kuat dan menggugah selera.
Baca Juga: Mie Kocok, Keajaiban Rasa dari Bandung yang Tak Pernah Pudar
Selain itu, makanan ini sering dijual di pinggir jalan antara Lembang dan Tangkuban Perahu, menambah nuansa petualangan bagi mereka yang ingin mencobanya.
Siapa yang Harus Mencoba Sate Kadal?
Sate Kadal sangat cocok bagi para pecinta kuliner yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.
Bagi pengunjung luar daerah atau wisatawan yang berlibur di Bandung, klakson Sate Kadal adalah cara yang sempurna untuk merasakan keunikan budaya lokal.
Masyarakat sekitar percaya bahwa mengkonsumsi daging biawak mampu meningkatkan vitalitas pria dan memiliki manfaat kesehatan lainnya.
Di Mana dan Kapan Sate Kadal Dapat Ditemukan?
Sate Kadal banyak dijual di kios-kios makanan tradisional yang tersebar di sekitar daerah, dijual di sepanjang warung tradisional di antara para pedagang jagung bakar yang berada di daerah tinggi Lembang dan Tangkuban Perahu, Jawa Barat, dengan ketinggian antara 1.312 hingga 2.084 meter di atas permukaan laut.
Pengunjung dapat menikmati hidangan ini dalam suasana yang hangat dan ramah. Waktu terbaik untuk bersantai Sate Kadal adalah saat sore hingga malam hari, ketika suhu udara mulai dingin, membuat hidangan ini semakin nikmat.
Bagaimana Proses Pembuatan Sate Kadal?
Sate Kadal melalui proses yang cukup unik. Daging biawak biasanya masih menempel pada tulang, terutama tulang rusuk dan tulang belakang, yang memberikan rasa dan tekstur khas.
Setelah dipotong-potong, daging ini direndam dengan bumbu rempah khas, sebelum ditusuk dan dibakar hingga matang.
Proses memasak yang penuh perhatian ini memastikan bahwa setiap tusuk Sate Kadal memiliki kelezatan yang maksimal.
Apa yang Dikatakan Penyuka Kuliner Tentang Sate Kadal?
Banyak pengunjung yang menyatakan bahwa Sate Kadal tidak hanya lezat tetapi juga membawa pengalaman baru.
"Rasa yang unik dan bumbu yang kaya menjadikan Sate Kadal sebagai pengalaman kuliner yang tak terlupakan," ungkap seorang wisatawan asal luar negeri. Pengalaman ini memberi kesempatan untuk menyelami budaya kuliner Indonesia lebih dalam.
Sate Kadal adalah salah satu contoh bagaimana kuliner lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang signifikan.
Dengan cita rasa yang unik dan budaya yang menarik di baliknya, Sate Kadal tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi para penikmat kuliner.
Saat Anda berada di Bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan keunikan Sate Kadal, pilihan tepat bagi Anda yang berani mencoba jumlah yang berbeda dalam petualangan kuliner.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Profil dan Kekayaan Mochtar Riady yang Mau Jual One Raffles Place Singapura
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
5 Resep Sahur Sehat Anti Lemas agar Puasa Tetap Berenergi Seharian
-
Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah yang Benar, Ini Keutamaannya
-
Resep Praktis Gehu Pedas Ala Chef Devina Hermawan untuk Takjil Ramadan
-
Tips Atur Jam Tidur saat Ramadan: Istirahat Tetap Cukup tanpa Skip Sahur
-
Mandi Junub Dulu atau Sahur Dulu? Simak Hukum dan Urutan Terbaiknya Menurut Syariat
-
Viral Influencer Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur, Ini Keutamaannya dalam Islam