Suara.com - Berikut adalah cara dan syarat daftar BPJS Kesehatan untuk pasien cuci darah.
BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan pasien cuci darah. Namun, Anda perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
Mengapa BPJS Kesehatan Penting bagi Pasien Cuci Darah?
Jawabannya jelas karena biaya. Biaya cuci darah di rumah sakit rata-rata Rp1.000.000–Rp1.500.000 per sesi, tergantung fasilitas.
Karena pasien biasanya menjalani 8–12 sesi per bulan, total biayanya bisa mencapai Rp8–15 juta, angka yang sangat memberatkan keluarga.
BPJS Kesehatan hadir sebagai solusi untuk meringankan beban finansial.
Dengan menjadi peserta aktif, pasien dapat menjalani cuci darah di fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama tanpa membayar biaya besar, selama prosedur dilakukan sesuai alur BPJS.
Beberapa Hal yang Menjadi Layanan BPJS Kesehatan bagi Pasien Cuci Darah, adalah:
- Pemeriksaan awal dan lanjutan
- Konsultasi dokter
- Tindakan cuci darah rutin
- Obat-obatan dan cairan pendukung
- Rawat inap bila diperlukan
Meski demikian untuk bisa menggunakan layanan ini, Anda perlu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
- Surat rujukan dari faskes tingkat 1 (puskesmas/klinik)
- Hasil lab pemeriksaan fungsi ginjal
- Diagnosa dokter spesialis penyakit dalam
- BPJS hanya menanggung cuci darah berdasarkan indikasi medis, bukan permintaan pribadi.
Syarat BPJS Kesehatan untuk Pasien Cuci Darah
Selain soal surat rujukan, BPJS Kesehatan Anda juga harus memenuhi syarat sebagai berikut:
- Tidak ada tunggakan iuran
- Data peserta sesuai
- Jika ada tunggakan, harus dilunasi dulu.
Langkah-langkah Mendapatkan Fasilitas Layanan BPJS Kesehatan untuk Pasien Cuci Darah
1. Pendaftaran Faskes Tingkat 1
Peserta baru harus memilih faskes tingkat 1 sebagai tempat rujukan awal, karena sistem BPJS bersifat berjenjang.
2. Datang ke Rumah Sakit
Silahkan datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan cuci darah. Pastikan rumah sakit yang dipilih sudah menyediakan layanan Hemodialisa (cuci darah).
3. Rawat Inap
Setelah itu, Anda akan disarankan melakukan layanan rawat inap dan mendaftar layanan hemodialisa di rumah sakit tersebut.
4. Mendapat Jadwal
Jika layanan hemodialisa belum penuh, maka Anda akan mendapatkan jadwal berkunjung ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan cuci darah.
Petugas juga akan memberikan informasi tentang jam dan jadwal per minggunya.
Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Pasien Cuci Darah
A. Melalui Aplikasi Mobile JKN
- Unduh aplikasi Mobile JKN
- Pilih “Pendaftaran Peserta Baru”
- Isi data diri sesuai KTP & KK
- Pilih faskes tingkat 1 dan kelas perawatan
- Bayar iuran pertama, e-ID muncul dan bisa digunakan
B. Melalui Kantor BPJS
- Datang ke kantor, ambil nomor antrean
- Serahkan fotokopi KTP, KK, dan foto
- Isi formulir, tunggu verifikasi
- Dapat nomor peserta dan kartu digital
C. Melalui Care Center 165
- Pendaftar akan dihubungi untuk verifikasi dan petunjuk pembayaran iuran
Alur Pengobatan Pasien Cuci Darah
1. Pemeriksaan Awal di Faskes Tingkat 1
Peserta wajib memulai layanan dari:
Puskesmas, klinik, atau dokter praktek keluarga. Jika diperlukan cuci darah, dokter memberi:
- Surat rujukan ke rumah sakit
- Surat pengantar tes lanjutan
- Rujukan biasanya berlaku 1 bulan.
2.Pemeriksaan Lanjutan di Rumah Sakit
Rumah sakit melakukan:
- Pemeriksaan darah menyeluruh
- USG ginjal
- Konsultasi dokter spesialis penyakit dalam
- Penilaian indikasi medis untuk cuci darah
- Jika memenuhi kriteria, rumah sakit menentukan jadwal cuci darah.
3. Proses Hemodialisis Dimulai
- Rutin biasanya 2 kali per minggu
- Semua tindakan terkait prosedur ditanggung BPJS selama:
4. Perpanjangan Rujukan (Jika Diperlukan)
Beberapa rumah sakit meminta rujukan diperbarui tiap bulan. Pastikan:
- Kembali ke faskes tingkat 1
- Dapatkan surat rujukan lanjutan
- Hindari jeda agar pengobatan tetap berjalan lancar
Itulah cara daftar dan syarat BPJS Kesehatan untuk pasien cuci darah.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
-
Cara Mendapatkan Antrean Faskes BPJS Kesehatan Lewat Aplikasi Mobile JKN
-
4 Kementerian Siap Integrasi Data Perkuat Keberlangsungan Program JKN
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan Terbaru 2026 secara Online
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
7 Weton Paling Beruntung dan Panen Rezeki Melimpah di April 2026
-
5 Rekomendasi Bedak Padat Full Coverage, Acne Skin Friendly
-
3 Langkah Mudah Kulit Glowing Alami Tanpa Perawatan Mahal
-
Berapa Harga Sepatu Puma Speedcat? Ini 10 Tipe Termurahnya di 2026
-
5 Setting Spray yang Bikin Makeup Glowing dan Awet Tahan Lama
-
6 Sepatu Lokal Murah Mirip New Balance 530, Mulai Rp100 Ribuan
-
5 Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba di Bawah Rp500 Ribu untuk Tampil Bergaya Retro
-
Bisakah Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Tanpa Merusak Lingkungan?
-
Sosok Lurah Kalisari yang Dinonaktifkan Gegara Foto AI, Kantongi Gaji Fantastis Tiap Bulan
-
Sunscreen Foundation Apa yang Bagus? Cek 5 Pilihan Berkualitas dengan SPF 50