-
Superflu adalah varian baru virus Influenza A H3N2 subclade K.
-
Gejala utama Superflu meliputi demam sangat tinggi hingga 41 derajat Celsius.
-
Pemerintah menegaskan Superflu tidak lebih mematikan dibandingkan virus COVID-19.
Suara.com - Saat ini, Indonesia tengah dihebohkan dengan penyakit Superflu, yang mana istilah ini muncul seiring melonjaknya kasus influenza musiman akibat varian virus Influenza A (H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski namanya terdengar sangar, masyarakat diharapan tak panik atau mengira Superflu sama mematikannya dengan Covid-19.
Superflu bukanlah penyakit baru dan istilah ini populer untuk menggambarkan varian baru dari flu musiman (H3N2 subclade K).
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, virus ini mulai terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025.
Hingga akhir tahun lalu, tercatat ada 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.
Tiga wilayah dengan kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kabar baiknya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Superflu bukanlah virus mematikan seperti COVID-19 atau TBC.
Perbedaan Superflu vs COVID-19
Perlu dipahami bahwa Superflu tidak memastikan dan tidak lebih berbahaya dari Covid-19.
Sebab, keduanya dipicu oleh faktor yang berbeda. Superflu disebabkan virus Influenza A (H3N2) subclade K, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Januari 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta
Superflu memang menular cepat karena ini varian baru dan kekebalan tubuh masyarakat masih rendah.
Namun, secara umum penularannya tidak secepat varian utama COVID-19.
Selain itu, COVID-19 juga butuh waktu lebih lama untuk menunjukkan gejala dan penderitanya bisa menularkan virus dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Sementara, gejala Superflu biasanya muncul lebih cepat setelah terpapar.
Berdasarkan data WHO, Superflu tidak terbukti lebih mematikan dari COVID-19. Bahkan, alat tes dan penanganannya pun berbeda.
Gejala Khas Superflu
Walaupun secara medis mirip dengan influenza biasa, varian subclade K ini punya karakteristik gejala yang lebih intens.
Berikut ini, gejala Superflu yang perlu diwaspadai.
- Demam Sangat Tinggi: Jika flu biasa hanya bikin badan sumeng atau demam kisaran 37-38 derajat celcius, Superflu bisa memicu demam tinggi antara 39 hingga 41 derajat celsius.
- Lemas Luar Biasa: Badan rasanya seperti remuk dan tidak bertenaga sama sekali.
- Nyeri Otot Hebat: Sendi dan otot terasa nyeri yang sangat mengganggu aktivitas.
- Sakit Kepala Berat: Bukan sekadar pusing biasa, tapi rasa nyeri yang menusuk.
- Sakit Tenggorokan dan Batuk: Sakit tenggorokan yang tajam disertai batuk kering yang membandel.
Berita Terkait
-
5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
-
Air Fryer Vs Microwave Mana yang Lebih Hemat Listrik? Cek 5 Rekomendasi Watt Rendah
-
Inspirasi Kado Nikah 2026: Rekomendasi Hadiah Unik yang Berkesan
-
Mending Cushion atau Foundation? Ini 3 Rekomendasi Produknya untuk Wanita Karier
-
5 Rekomendasi Wajan Antilengket, Masak Auto Lancar!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah