- Sunscreen dan sunblock sama-sama melindungi kulit dari sinar matahari, namun sering dianggap produk yang sama.
- Padahal, sunscreen dan sunblock memiliki perbedaan fungsi dan cara kerja.
- Perbedaan istilah ini kerap membingungkan saat memilih produk pelindung kulit yang tepat.
Suara.com - Berbicara soal produk yang bisa maksimal melindungi kulit dari sinar matahari, sunscreen mungkin jadi pilihan paling familiar.
Selain sunscreen, ada juga sunblock yang telah lama berada di pasaran. Lalu apakah sunscreen dan sunblock berbeda? Yuk, cari tahu.
Mungkin masih ada orang yang mengira sunscreen dan sunblock adalah produk yang sama. Padahal, keduanya adalah produk yang berbeda.
Perbedaan istilah ini juga kerap membuat bingung saat memilih produk pelindung kulit yang tepat. Mana yang paling baik?
Apa Bedanya Sunscreen dan Sunblock?
Dermatolog Dr. Shilpi Khetarpal, MD., menjelaskan bahwa sunscreen dan sunblock sebenarnya produk yang fungsinya sama tapi cara kerjanya berbeda.
Dr. Shilpi Khetarpal mengibaratkan sunscreen sebagai spons yang melindungi kulit dengan cara menyerap sinar UV dan memecahnya agar meminimalkan efeknya.
Sedangkan sunblock bekerja bak perisai yang membentuk lapisan di kulit untuk menghempas paparan sinar matahari, tanpa menyerapnya terlebih dahulu.
"Sunscreen adalah spons karena menyerap sinar UV dan memecahnya untuk meminimalkan efeknya pada kulit," jelas Dr. Shilpi Khetarpal, melansir Cleveland Clinic pada Kamis (8/1/2026).
"Sunblock seperti perisai karena memantulkan sinar UV, sehingga kulit tidak menyerapnya," imbuh dermatolog tersebut.
Baca Juga: 4 Tinted Sunscreen Efek Pore Blurring, Solusi Anti-Ribet Bikin Wajah Mulus
Selain cara kerjanya, perbedaan antara sunscreen dan sunblock juga terletak pada bahan-bahan penyusunnya.
Di mana sunblock biasanya mengandung bahan seperti Titanium Dioxide atau Zinc Oxide. Oleh karena itu, sunblock bisa juga disebut sebagai physical sunscreen atau mineral sunscreen.
Sementara itu, sunscreen mengandung bahan-bahan seperti mengandung molekul seperti Avobenzone, Oxybenzone, dan Octinoxate.
Bahan-bahan ini berinteraksi secara kimia dengan sinar UV untuk menonaktifkannya sebelum dapat berinteraksi dengan kulit. Sehingga sunscreen digunakan untuk merujuk ke produk chemical sunscreen.
Saat membahas sunblock dan sunscreen, Dr. Shilpi Khetarpal mencatat peringatan penting bahwa tidak akan melihat istilah "sunblock" pada produk yang dijual di AS.
"Pada tahun 2011, FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) melarang penggunaan kata ini pada kemasan," jelas Dr. Shilpi Khetarpal.
"Karena tidak satu pun dari produk ini yang benar-benar 'menghalangi' matahari. Tidak ada yang dapat memberi Anda perlindungan matahari yang lengkap," imbuhnya.
Mana yang Lebih Baik, Sunblock atau Sunscreen?
Seperti dijelaskan sebelumnya, suncreen dan sunblock sama-sama melindungi kulit saat berada di bawah sinar matahari.
Keduanya dapat membantu mencegah sengatan matahari yang menyakitkan yang dapat mempercepat penuaan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Namun salah satunya menawarkan perlindungan yang sedikit lebih baik.
"Sunblock alias physical sunscreen memberikan perlindungan matahari yang lebih efektif karena memantulkan sinar UV," kata Dr. Shilpi Khetarpal menjelaskan lagi.
Namun, beberapa orang lebih suka memakai sunscreen daripada sunblock karena tekstur, penampilan, dan faktor lainnya.
Dan, itu tidak apa-apa karena sunscreen juga sama efektifnya, menggunakannya tentu lebih baik daripada tidak menggunakan apa pun sama sekali.
Masih bingung memilih antara sunscreen dan sunblock? Tidak masalah. Kamu bisa memilih keduanya asal sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit.
Sekarang juga sudah banyak produk perlindungan matahari mengandung campuran physical dan chemical (hybrid sunscreen), memberikan yang terbaik dari keduanya.
Beberapa orang lebih menyukai hybrid sunscreen karena physical sunscreen alias sunblock sering meninggalkan lapisan putih pada kulit (whitecast).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan