Lifestyle / Komunitas
Kamis, 08 Januari 2026 | 15:45 WIB
Nyadran di Petilasan Girilangan, Gumelem, Susukan, Banjarnegara. [Suara.com/Citra Ningsih] - Nyadran 2026 Tanggal Berapa?
Baca 10 detik
  • Nyadran dilaksanakan bulan Sya'ban (Ruwah), untuk tahun 2026 ini kira-kira digelar tanggal berapa?
  • Tradisi yang dikenal dengan ziarah dan bersih-bersih makam ini biasanya dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan.
  • Kegiatan inti Nyadran meliputi gotong royong membersihkan makam (besik), berdoa bersama (kenduri), dan makan bersama sesama warga.

Kegiatan membersihkan makam leluhur secara gotong royong. Ini adalah simbol bakti dan cara kita memastikan tempat peristirahatan terakhir para pendahulu kita bersih dan terawat.

2. Kenduri atau Slametan

Ini adalah jantung dari acara Nyadran. Warga akan berkumpul di satu tempat (biasanya dekat area makam atau balai desa) untuk berdoa bersama, memohonkan ampunan bagi arwah leluhur, dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3. Makan Bersama

Setelah doa selesai, semua warga akan menyantap hidangan yang dibawa bersama-sama. Makanan khas seperti apem, ketan, dan kolak sering kali menjadi menu wajib. Momen ini melambangkan kebersamaan, kerukunan, dan semangat berbagi.

Mengapa Nyadran Masih Relevan untuk Kamu?

Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, tradisi seperti Nyadran menawarkan sesuatu yang berharga. Ini bukan cuma ritual kuno, tapi juga sarat dengan nilai-nilai yang justru kita butuhkan sekarang.

1. Menghubungkan Kembali dengan Akar

Nyadran adalah cara konkret untuk "mengingat asal". Di tengah kesibukan, kita sering lupa siapa kita dan dari mana kita berasal. Tradisi ini mengajak kita sejenak menengok ke belakang, menghormati perjuangan para leluhur.

2. Kekuatan Komunitas Nyata

Baca Juga: Serba-Serbi Mudik Gratis Lebaran 2026, Jateng Siapkan 349 Unit Bus!

Lupakan sejenak interaksi di media sosial. Nyadran adalah tentang gotong royong yang sesungguhnya. Bekerja bakti membersihkan makam dan makan bersama dari wadah yang sama membangun ikatan sosial yang tulus dan kuat.

3. Praktik Syukur dan Ikhlas

Inti dari Nyadran adalah mendoakan leluhur dan bersyukur atas nikmat yang kita terima. Ini adalah latihan spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati, ikhlas, dan penuh rasa terima kasih.

Nyadran bukan hanya untuk generasi tua. Ini adalah warisan budaya yang perlu kita jaga bersama. Jika di keluargamu ada tradisi Nyadran, ikutlah berpartisipasi.

Bantu membersihkan makam, siapkan makanan, dan yang terpenting, dengarkan cerita-cerita dari orang tua atau kakek-nenekmu tentang para leluhur. Jika kamu tidak memiliki tradisi ini, cobalah untuk mengamatinya dengan penuh hormat.

Jadi, sudah siap menyambut Nyadran 2026? Ini bukan hanya soal membersihkan makam, tapi juga membersihkan hati untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Load More