Lifestyle / Komunitas
Minggu, 11 Januari 2026 | 21:28 WIB
Detektif Jubun. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Detektif Jubun mengidentifikasi bahwa skema *money game* memanfaatkan harapan dan ketidaksabaran, memanipulasi emosi korban secara psikologis.
  • Label "Syariah" sering disalahgunakan sebagai tameng moral untuk meyakinkan korban agar tidak memeriksa legalitas bisnis tersebut.
  • Inti penipuan ini adalah Skema Ponzi, di mana keuntungan dibayar menggunakan uang dari anggota baru, bukan dari bisnis riil.

“Saya mempelajari pola, identitas digital, relasi bisnis, sampai kebiasaan mereka di media sosial. Ponsel bisa diganti, akun bisa ditutup, tapi pola hidup itu sulit disamarkan,” tambahnya.

Tips Anti-Zonk ala Detektif Jubun

Agar tabungan hasil kerja kerasmu tidak lari ke kantong penipu, terapkan tiga filter sederhana ini sebelum menyetor uang:

  1. Too Good to be True? Jika keuntungannya terlalu indah untuk jadi kenyataan, biasanya memang tidak nyata.
  2. Cek Alur Bisnisnya. Selalu tanyakan: uang saya diputar di mana dan bagaimana? Jika jawabannya berputar-putar atau tidak masuk akal, itu adalah tanda bahaya.
  3. Berani Berkata Tidak. Jangan malu untuk menolak. Lebih baik kehilangan “kesempatan” daripada kehilangan tabungan hasil kerja bertahun-tahun.

Investasi memang tentang kecepatan menangkap peluang, tapi logika tidak boleh ditinggalkan di belakang. Sebelum bergabung dalam komunitas investasi mana pun, lakukan riset mendalam atau konsultasi dengan ahli.

“Konsultasi sejak awal jauh lebih murah dibanding biaya memulihkan kerugian,” tegas Jubun.

Ingat, investasi yang sehat bukan hanya soal menambah saldo rekening, tapi juga menjaga ketenangan pikiran dan masa depan keluarga. Jangan sampai semangat untuk "halal" justru membawa kita ke jalan yang salah karena kurang waspada.

Load More