- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi ESDM 2025 sebesar 31,7 miliar dolar AS, turun dari 2024.
- Penerimaan PNBP sektor ESDM 2025 hanya Rp 243,41 triliun, belum mencapai target APBN Rp 254,83 triliun.
- Bahlil klaim kontribusi di sektor ESDM terhadap APBN sekitar 15-16 persen
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa realisasi investasi di sektor ESDM sepanjang 2025 turun dari tahun sebelumnya. Di sisi lain penerimaan negara bukan pajak atau PNBP dari sektor ESDM gagal mencapai target yang ditetapkan dalam APBN.
Bahlil, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2025) menjelaskan realisasi investasi di sektor ESDM sepanjang 2025 sebesar 31,7 miliar dolar AS, mengalami penurunan dibanding 2024 yang tercatat senilai 32,3 miliar dolar AS.
Menurut cerita Bahlil, penyebab penurunan itu adalah kendornya investasi di bidang kelistrikan.
"Dibandingkan dengan 2024 dan 2025, investasi ada terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik," kata Bahlil.
Bahlil pun merinci investasi di sektor ESDM itu terdiri dari mineral dan batubara sebesar 6,7 miliar dolar AS, minyak dan gas 18,0 miliar dolar AS, listrik 4,6 miliar dolar AS, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) senilai USD 2,4 miliar dolar AS.
Dengan merosotnya realisasi investasi itu Bahlil akan segera menggelar rapat dengan PT PLN (Persero) untuk menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan.
"Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan, pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL. Ini saya lihat memang butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai," kata Bahlil.
Lebih lanjut, meski realisasi investasi ESDM mengalami penurunan, namun tetap mencatatkan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, sektor ESDM setidaknya menyerap 871.574 tenaga kerja langsung.
Sementara untuk penerimaan negara bukan pajak atau PNBP dari sektor ESDM selama 2025 hanya sebesar Rp 243,41 triliun, belum mencapai target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 254,83 triliun.
Baca Juga: DME Batubara Groundbreaking Januari, Bahlil Minta Waktu Finalisasi dengan Danantara
Adapun rinciannya sektor mineral dan batu bara menyumbang Rp 138,37 triliun atau melampaui target yang ditetapkan di APBN sebesar 27,44 triliun. Sektor minyak dan gas menyumbang 105,04 triliun atau hanya 83,7 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp 125,46 triliun.
Meski demikian Bahlil menyebut jika digabung dengan pungutan yang lain, kontribusi sektor ESDM terhadap APBN bisa mencapai 16 persen.
"PNBP kita ini jadi kurang lebih sekitar Rp 240 triliun. Itu baru dari sektor PNBP, belum pada sektor PPH21, pajak-pajak yang lain itu belum termasuk. Jadi kurang lebih kontribusi di sektor ESDM terhadap APBN itu kurang lebih sekitar 15-16 persen,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
Sabar Ya! Bahlil dan Purbaya Masih Hitung-hitung Bea Keluar Batu Bara
-
Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK
-
Kapan Waktu Terbaik Beli Emas? Simak Strategi Jitu agar Cuan Jangka Panjang
-
Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini