- Desa Snack adalah komunitas online tempat masyarakat desa membagikan kisah otentik keseharian, seperti gotong royong dan aktivitas bertani.
- Konten jujur dari pengguna, seperti Kepala Desa Ciasem Baru, mendapat apresiasi luas dan menciptakan sumber penghasilan.
- SnackVideo, platform di balik komunitas ini, juga menjalankan program nyata seperti Desa Sejahtera di 13 desa.
Suara.com - Di tengah derasnya arus konten digital, cerita-cerita sederhana dari desa justru menemukan ruangnya sendiri. Bukan tentang sensasi, melainkan keseharian yang jujur: gotong royong warga, aktivitas bertani, hingga perjuangan bekerja demi keluarga. Cerita-cerita inilah yang hidup dan tumbuh dalam Desa Snack, sebuah komunitas online yang mempertemukan pengguna dari wilayah pedesaan di seluruh Indonesia.
Desa Snack menjadi ruang berbagi sekaligus pusat informasi bagi masyarakat desa untuk menampilkan kehidupan mereka secara autentik. Di sini, warga tak sekadar menjadi penonton, tetapi subjek utama yang bercerita tentang realitas hidup mereka sendiri. Dari aktivitas tata kelola desa, tradisi lokal, hingga rutinitas harian yang sering luput dari sorotan.
Salah satu cerita datang dari Indah, Kepala Desa Ciasem Baru di Jawa Barat, yang membagikan aktivitas desa dan semangat gotong royong warganya. Ada pula Octa, pengemudi ojek online perempuan, yang merekam kesehariannya di jalanan kota dengan sudut pandang yang jujur dan penuh kehangatan. Konten-konten ini mendapat respons luas dari pengguna, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kerja keras dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kisah inspiratif lain datang dari Stayer, pemuda asal pedesaan yang memulai perjalanannya hanya bermodal ponsel dan kehidupan desa yang ia jalani sehari-hari. Tanpa skenario dan tanpa polesan, ia merekam kebersamaan keluarga, aktivitas lingkungan sekitar, hingga refleksi pribadinya. Kejujuran itulah yang membangun kedekatan dengan audiens, menumbuhkan basis pengikut loyal, sekaligus menghadirkan sumber penghasilan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi kualitas hidup keluarganya.
Tak hanya soal ekonomi, komunitas online ini juga menjadi ruang pelestarian budaya. Melalui inisiatif “Batik Masuk Desa”, pengguna diajak mengenal batik sebagai warisan budaya nasional lewat eksplorasi budaya dan edukasi teknik membatik. Inisiatif ini berhasil menarik jutaan penonton dan partisipasi aktif dari berbagai daerah.
SnackVideo dan Lahirnya Komunitas Desa
Di balik tumbuhnya Desa Snack, ada perjalanan SnackVideo yang selama lima tahun terakhir berkembang menjadi ruang digital bagi masyarakat untuk merekam kehidupan sehari-hari secara autentik. Sejak 2020, platform ini mendorong pengguna dan kreator untuk menampilkan momen-momen sederhana—dari tawa di gang kota hingga aktivitas bertani di desa—tanpa polesan berlebihan.
Memasuki periode 2022–2024, koneksi antarindividu mulai berkembang menjadi komunitas yang solid. Workshop online, pertemuan kreator, hingga acara live berskala besar membuka ruang bagi kreator lokal untuk tumbuh. Program drama pendek, micro-variety show, dan konten spesial Ramadan turut memperkuat interaksi, menjadikan SnackVideo bukan sekadar platform hiburan, melainkan rumah digital yang dibangun bersama komunitasnya.
“Sejak awal, kami percaya bahwa cerita sehari-hari yang jujur memiliki kekuatan besar. SnackVideo hadir bukan hanya sebagai platform hiburan, tetapi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk saling terhubung dan tumbuh bersama,” ujar Yugo Prabowo, Direktur Operasional SnackVideo Indonesia.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Wangi: Bagaimana Komunitas Parfum Membangun Ruang Aman Anak Muda Jogja
Hadir Nyata di Tengah Masyarakat
Komitmen terhadap komunitas juga diwujudkan lewat Program Desa Sejahtera yang kini berjalan di 13 desa di berbagai provinsi. Program ini berfokus pada kesehatan dan olahraga, pendidikan anak, serta pengembangan pertanian berkelanjutan, melalui bantuan infrastruktur, pelatihan digital dan pertanian, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Melalui SnackVideo Partner Program, hampir 50 desa telah dijangkau dengan pendekatan sesuai kebutuhan lokal.
“Kami ingin kehadiran SnackVideo tidak berhenti di layar, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuh Yugo.
Kini, setelah lima tahun, SnackVideo menjadi salah satu platform video pendek paling dicintai di Indonesia. Namun lebih dari sekadar angka, kekuatannya terletak pada komunitas seperti Desa Snack—tempat cerita desa, suara masyarakat, dan kehidupan sehari-hari tumbuh menjadi kekuatan bersama.
Ke depan, SnackVideo berkomitmen terus berakar di Indonesia, mendekatkan teknologi dengan masyarakat, serta memperkuat komunitas agar dampak positifnya terasa, baik di layar maupun di kehidupan nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!
-
5 Salep Apotek untuk Pudarkan Keloid, Cocok untuk Bekas Luka Pascaoperasi
-
3 Lipstik Viva Mulai Rp18 Ribuan untuk Wanita Usia 40-an, Bikin Wajah Tampak Awet Muda
-
3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Membantu Mengencangkan Kulit Usia 40 Tahun ke Atas
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
-
7 Rekomendasi Sampo Non SLS di Alfamart agar Rambut Halus Berkilau
-
Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
-
4 Sepatu Lari Hoka Selain Clifton yang Nyaman dan Responsif untuk Berbagai Kebutuhan
-
Kekayaan Tommy Soeharto dan Tata Cahyani, Kompak Nikahkan Darma Mangkuluhur