-
Aurelie Moeremans rilis buku Broken Strings sebagai terapi penyembuhan trauma.
-
Menulis memoar membantu otak mengatur emosi melalui proses cognitive reappraisal.
-
Riset membuktikan terapi menulis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Suara.com - Aktris cantik Aurelie Moeremans menuangkan semua pengalamannya mengalami child grooming melalui bukun Broken Strings bukan tanpa alasan.
Aurelie Moeremans lewat konten Youtube-nya sempat mengungkapkan dirinya menulis buku tersebut, karena disarankan oleh terapisnya sebagai bentuk terapi untuk menyembuhkan trauma masa lalunya.
Sebab, istri Dr Tyler Bigenho ini mengaku masih merasakan trauma child grooming yang pernah dialaminya sewaktu remaja meskipun sudah 16 tahun lalu berlalu.
Lantas, benarkah menulis memoar benar-benar efektif untuk menyembuhkan trauma mendalam?
Mengubah Luka Menjadi Kata-kata
Menulis memoar, seperti yang dilakukan Aurelie Moeremans adalah bentuk nyata dari writing therapy atau terapi menulis.
Langkah ini bukan sekadar curhat di atas kertas, melainkan proses mendalam untuk memproses trauma, mengelola stres, dan meningkatkan kesadaran diri.
Secara psikologis dilansir dari laman Kemenkes, menulis memberikan ruang aman bagi seseorang untuk mencurahkan perasaan yang sulit diucapkan secara lisan.
Saat seseorang merangkai narasinya, mereka sebenarnya sedang mengubah luka menjadi kekuatan dan pemahaman baru.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Krim Pencerah Leher Hitam, Harga Mulai Rp20 Ribuan
Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Menulis?
Laboratorium neurosains dilansir dari laman Universitas Gunadarma, mengungkapkan fakta menarik.
Saat kita teringat kenangan buruk, bagian otak bernama amygdala atau pusat emosi dan kewaspadaan akan aktif, yang membuat kita merasa cemas atau takut seolah kejadian itu baru saja terjadi.
Namun, saat pengalaman tersebut dituangkan ke dalam kata-kata, korteks prefrontal atau wilayah otak yang mengatur logika dan kendali eksekutif mulai bekerja.
Otak dipaksa untuk menilai, memilah, dan memberi nama pada perasaan tersebut.
Hasilnya, aktivitas amygdala menurun dan emosi yang tadinya meledak-ledak menjadi lebih tenang karena otak beralih ke mode pengaturan diri.
Proses ini disebut dengan cognitive reappraisal, yaitu mengubah cara kita memaknai suatu peristiwa tanpa mengubah faktanya.
Berita Terkait
-
Rieke Diah Pitaloka Emosi Bahas Kasus Aurelie Moeremans di DPR, Minta Diusut Serius
-
Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'
-
Nikita Willy Akui Pernah Minta Ganti Lawan Main, Benarkah Aurelie Moeremans?
-
Video Lawas Aurelie Moeremans Viral Lagi: Blak-blakan Soal Memar dan Ancaman dari Roby Tremonti
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan