Entertainment / Gosip
Kamis, 15 Januari 2026 | 18:35 WIB
Rieke Diah Pitaloka.

Suara.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti kasus dugaan child grooming yang ramai diperbincangkan publik usai pengakuan Aurelie Moeremans dalam memoarnya berjudul Broken Strings.

Pernyataan itu disampaikan Rieke saat rapat dengar pendapat bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Rieke membuka pembahasannya dengan menyebut bahwa kasus ini sedang menjadi perhatian luas di tengah masyarakat.

“Kasus yang sedang ramai di media sosial adalah child grooming. Child grooming ini adalah sesuatu yang tabu bagi Indonesia selama ini,” ujar Rieke.

Ia kemudian menyinggung keberanian Aurelie yang menerbitkan memoar secara gratis dalam bentuk e-book.


“Tetapi ada seorang perempuan yang bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan buku e-book secara gratis yang berjudul Broken Strings,” katanya.

Rieke lalu menggambarkan buku tersebut di mana berisi kisah pahit masa muda Aurelie yang hancur akibat pengalaman traumatis.

“Bagaimana masa mudanya dihancurkan, bukan hanya dirampas. Dan ini adalah memoar yang terindikasi merupakan kisah hidup yang nyata, dan ini bisa terjadi pada siapa saja juga kepada anak-anak kita,” ucapnya.

Dengan tegas, Rieke menyoroti sikap negara yang dirasa belum bisa bersikap tegas dalam merespons isu serius ini.

Baca Juga: Buntut Kasus Aurelie Moeremans, Komisi XIII DPR Akan Gelar Rapat Gabungan Bahas 'Child Grooming'

“Ketika negara diam, ketika kita ada di dalam posisi yang harusnya bersuara, harusnya memberikan proteksi, kita diam,” tuturnya.

Aurelie Moeremans ungkap memoar Broken Strings dilirik rumah produksi (Instagram/aurelie)

Ia juga menyayangkan minimnya respons dari lembaga terkait.

“Saya belum mendengar ada suara dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan secara utuh dan serius terhadap kasus ini,” lanjut Rieke.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa persoalan child grooming bukan perkara sepele.

“Ini bukan masalah yang (sepele) saya kira sudah menjadi perhatian internasional,” katanya.

Dengan nada emosional, ia mengingatkan bahwa hal ini bisa menimpa siapa saja.

Load More