Lifestyle / Komunitas
Kamis, 22 Januari 2026 | 12:48 WIB
Ilustrasi Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan (Pexels/Ahmed Aqtai)

Suara.com - Tidak terasa, sebentar lagi umat Muslim akan kembali menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan akan jatuh pada bulan Februari 2026. Bagi kamu yang merasa masih memiliki hutang puasa tahun lalu, penting untuk mengetahui batas waktu bayar utang puasa sebelum Ramadan 2026 tiba.

Bagi umat Islam, puasa Ramadan adalah kewajiban mutlak. Namun, ada kalanya kita terhalang oleh uzur syar'i seperti sakit, perjalanan jauh (safar), atau haid bagi wanita. Hutang ini wajib dibayar (Qada) sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Mengganti puasa Ramadan atau qadha hukumnya adalah wajib bagi umat muslim yang meninggalkannya karena udzur syar'i seperti sakit, haid, atau dalam perjalanan yang jauh. Namun, masih banyak yang sering menunda-nunda hingga akhir bulan Sya'ban.

Ada pula yang bertanya-tanya kapan sebenarnya batas waktu untuk membayar utang puasa Ramadan? Simak penjelasan berikut ini!

Batas Waktu Bayar Utang Puasa Ramadan

Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), waktu qadha puasa ini sebenarnya sangat lama, yaitu sudah bisa di mulai sejak berakhirnya Ramadan hingga datangnya Ramadan berikutnya. Umat Islam dianjurkan agar tidak menunda-nunda qadha puasa hingga mendekati batas waktu bayar utang puasa Ramadan 2026.

Melansir dari Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan demikian, batas waktu bayar utang puasa menjelang Ramadan 2026 adalah Rabu, 18 Februari 2026 yang bertepatan pada hari terakhir bulan Sya'ban. Penetapan ini menjadi penting bagi umat Islam agar tidak melewati batas waktu bayar utang puasa sebelum Ramadan 2026.

Setelah fajar Ramadan pertama tiba kesempatan untuk menunaikan qadha telah tertutup dan kewajiban tersebut harus disikapi sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Baca Juga: Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puasa dan Amalan yang Gen Z Wajib Tahu

Membayar puasa Ramadan dengan berpuasa di hari lain caranya cukup mudah, yakni:

1. Menentukan hari puasa qadha

Puasa qadha dilakukan di luar bulan Ramadan dan tidak boleh dilaksanakan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

2. Berniat pada malam hari

Niat puasa qadha harus dilakukan sebelum waktu subuh sebagai penegasan bahwa puasa tersebut diniatkan untuk mengganti puasa Ramadan.

3. Melaksanakan sahur

Sahur memang tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan membantu menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.

4. Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Selama berpuasa, hindari makan, minum, hubungan suami istri, serta perbuatan lain yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi nilai pahala.

5. Menjaga akhlak dan memperbanyak amal kebaikan

Puasa qadha sebaiknya diiringi dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bersholawat, serta bersedekah agar nilai ibadah semakin sempurna.

6. Berbuka dengan doa

Saat berbuka, dianjurkan membaca doa, di antaranya:

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka."

Niat Puasa Qadha Ramadan

Niat merupakan syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan setelah terbit fajar, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu subuh tiba (tabyitun niyah).

Berikut niat puasa qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.)

Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa fardu bulan Ramadan esok hari karena Allah ta'ala."

Kontributor : Rizky Melinda

Load More