Asam glikolat berfungsi sebagai eksfoliator untuk mengangkat sel kulit mati di lapisan terluar. Sementara itu, retinol bekerja hingga lapisan dalam untuk mempercepat regenerasi sel.
Menggabungkan keduanya dalam satu waktu dapat membuat kulit mengalami over-eksfoliasi. Efek samping yang sering muncul adalah kulit kering, kemerahan, dan terasa perih.
Kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari akibat lapisan pelindungnya melemah.
Untuk menghindari iritasi, gunakan asam glikolat di pagi atau malam tertentu, dan retinol di malam hari secara bergantian.
4. Vitamin C dan AHA/BHA
Vitamin C dan AHA/BHA sama-sama memiliki sifat asam dan dikenal mampu mencerahkan kulit. Namun, mengombinasikan ketiganya justru dapat mengganggu keseimbangan pH kulit.
Perubahan pH ini membuat vitamin C menjadi kurang stabil dan tidak bekerja secara maksimal. Selain itu, risiko iritasi kulit juga meningkat, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Sebaiknya, gunakan AHA/BHA di malam hari dan vitamin C di pagi hari untuk hasil yang lebih aman dan efektif.
5. Benzoil Peroksida dan Vitamin C
Baca Juga: Apakah Sunscreen Bisa Hilangkan Flek Hitam? Cek di Sini Rekomendasi Terbaik
Benzoil peroksida sering digunakan untuk mengatasi jerawat meradang, sementara vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan pencerah kulit. Meski sama-sama bermanfaat, keduanya tidak cocok dipakai bersamaan.
Benzoil peroksida dapat mengoksidasi vitamin C, sehingga kandungan vitamin C menjadi tidak stabil dan kehilangan manfaatnya. Akibatnya, kedua produk tidak bekerja secara optimal di kulit. Bahkan, risiko iritasi pun bisa meningkat.
Agar tetap aman, gunakan vitamin C di pagi hari dan benzoil peroksida pada malam hari secara terpisah.
6. Retinol dan Asam Salisilat
Retinol dan asam salisilat sama-sama dikenal sebagai bahan aktif yang ampuh mengatasi jerawat dan mempercepat regenerasi kulit. Namun, menggunakan keduanya secara bersamaan justru bisa menjadi bumerang bagi kondisi kulit.
Kedua bahan ini memiliki sifat mengeringkan. Jika dipakai dalam satu waktu, kulit berisiko kehilangan kelembapan alaminya secara berlebihan. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, perih, dan lebih sensitif.
Kulit yang terlalu kering justru dapat merangsang produksi minyak berlebih. Kondisi ini berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu jerawat baru.
Sebagai solusi, kamu bisa menggunakan asam salisilat di pagi hari dan retinol di malam hari agar manfaatnya tetap optimal tanpa merusak skin barrier.
7. Retinol dan Benzoil Peroksida
Kombinasi retinol dan benzoil peroksida sering dianggap ampuh untuk jerawat. Sayangnya, kedua bahan ini termasuk skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan.
Benzoil peroksida dapat menonaktifkan molekul retinol, sehingga manfaat retinol menjadi berkurang atau bahkan hilang. Alih-alih mendapatkan kulit bersih, hasil yang didapat justru tidak optimal.
Gunakan benzoil peroksida di pagi hari dan retinol di malam hari agar masing-masing bekerja maksimal.
8. Asam Glikolat dan Asam Salisilat
Kedua bahan ini merupakan eksfoliator kuat yang bekerja dengan cara berbeda. Asam glikolat mengangkat sel kulit mati di permukaan, sedangkan asam salisilat menembus pori-pori.
Menggunakannya secara bersamaan dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi berat. Efek yang sering muncul antara lain kulit mengelupas berlebihan, kemerahan, kering, dan perih.
Untuk menjaga kesehatan kulit, gunakan salah satu bahan saja dalam satu kali skincare routine.
11. Retinol dan AHA
Retinol dan AHA bekerja dengan cara mengelupas lapisan kulit. Jika dipakai bersamaan, efek pengelupasan bisa menjadi terlalu agresif.
Hal ini dapat menyebabkan kulit kemerahan, iritasi, dan mengelupas berlebihan. Skin barrier juga berisiko melemah sehingga kulit menjadi lebih sensitif.
Oleh karena itu, sebaiknya gunakan AHA dan retinol secara bergantian untuk menjaga kesehatan kulit.
10. Vitamin C dan Asam Glikolat
Vitamin C dan asam glikolat sama-sama bersifat asam. Jika digunakan bersamaan, keseimbangan pH kulit bisa terganggu.
Kondisi ini membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, hingga ruam. Kulit sensitif pun akan lebih mudah bereaksi terhadap kombinasi ini.
Solusi terbaik adalah menggunakan kedua bahan ini di waktu yang berbeda dalam skincare routine.
Itulah daftar bahan-bahan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan agar kulitmu terhindar dari iritasi dan breakout. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
4 Cleanser Madecassoside, Penyelamat Atasi Breakout dan Cegah Iritasi
-
5 Toner Retinol di Bawah Rp50 Ribuan untuk Cegah Keriput di Usia 45 Tahun
-
Apakah Sunscreen Bisa Hilangkan Flek Hitam? Cek di Sini Rekomendasi Terbaik
-
4 Gentle Cleanser Rice Ampuh Mencerahkan dan Jaga Kelembapan Kulit Sensitif
-
6 Rekomendasi Skincare Viva untuk Anti-Aging, Harga Mulai Rp13 Ribuan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
5 Serum Hanasui Paling Laris di Shopee, Lengkap dengan Review Pengguna
-
7 Sayuran yang Paling Mudah Ditanam di Rumah, Sehat dan Hemat In This Economy
-
Apa Itu Starstruck? dr Tirta Mengalaminya saat Podcast Bareng Nikita Willy
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Sawo Matang sesuai Review, Shade, dan Harga
-
Berapa Harga Ardiles Runergize Ori? Merek Lokal, Dokter Tirta Sebut Mirip Mizuno Wave Rebellion Pro
-
4 Sepatu Bola Nike Original Termurah di Bawah Sejuta, Cocok untuk Lapangan Rumput hingga Futsal
-
Akhir Pekan Lebih Bermakna, Nikmati Staycation Keluarga dengan Aneka Aktivitas Seru di Jakarta
-
Beda Bedak Luxcrime Ungu dan Hijau: Harga, Finishing, dan Keunggulan sesuai Jenis Kulit
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
5 Sepatu Lari Lokal Rp200 Ribuan dengan Review Memuaskan, Ideal Buat Easy Run