Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB
Art Jakarta dengan senang hati mengumumkan edisi perdana Art Jakarta Papers, yang akan berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. (Dok: Istimewa)
Baca 10 detik
  • Art Jakarta Papers resmi diumumkan sebagai edisi perdana pekan seni rupa yang berfokus pada medium kertas
  • Diselenggarakan pada 5–8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3
  • Menampilkan pameran galeri, presentasi tunggal instalasi dan karya kertas seniman Indonesia, serta diskusi terkurasi

Suara.com - Art Jakarta dengan senang hati mengumumkan edisi perdana Art Jakarta Papers, yang akan berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Pekan seni rupa ini akan mendatangkan 28 galeri dari dalam negeri dan Asia, menampilkan beragam presentasi yang berfokus pada medium kertas. Selain pameran dari galeri peserta, Art Jakarta Papers juga akan menyuguhkan presentasi tunggal berupa instalasi dan karya seni kertas oleh sejumlah seniman asal Indonesia, serta rangkaian diskusi yang dikurasi secara khusus untuk menyorot peran kertas dalam praktik seni rupa.

Art Jakarta Papers hadir dari keinginan untuk memberi perhatian khusus dan dukungan berkelanjutan bagi praktik seni rupa berbahan utama kertas. Dalam konteks lokal, karya seni dengan medium kertas mencakup karya gambar, cetak, ilustrasi, buku seniman, hingga praktik eksperimental berbasis arsip dan riset sering kali diposisikan sebagai medium sekunder, meskipun sesungguhnya justru merupakan dasar penting bagi proses artistik, eksplorasi gagasan, dan produksi pengetahuan visual.

Padahal, secara global, praktik seni rupa yang mengutamakan kertas menunjukkan perkembangan signikan melalui kehadirannya di sejumlah pekan seni, biennale, dan pameran institusi yang secara khusus merayakan nilai intelektual, materialitas, serta aksesibilitas medium ini, sekaligus membuka pasar yang semakin matang bagi kolektor dan institusi. Sebagai salah satu pekan seni terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara, Art Jakarta memandang penting untuk merespons perkembangan tersebut dengan menghadirkan Art Jakarta Papers bukan sebagai pemisahan, melainkan sebagai perluasan ekosistem yang menegaskan komitmen Art Jakarta dalam mendorong kedalaman wacana, keberagaman praktik, dan keberlanjutan industri seni rupa. Melalui Art Jakarta Papers, karya seni berbahan kertas tidak hanya diposisikan sejajar sebagai medium seni yang relevan secara historis, konseptual, dan ekonomi, tapi juga sebagai karya seni yang memiliki kelebihan tersendiri.

“Art Jakarta berharap bahwa acara ini akan memperkuat, memperdalam dan memperluas apresiasi serta pengetahuan pecinta seni, kolektor dan khalayak umum di Indonesia dan sekitarnya atas beragam bentuk dan pencapaian seni rupa kontemporer bermedium kertas,” komentar Direktur Artistik, Enin Supriyanto.

Pada edisi perdananya, Art Jakarta Papers diperkuat oleh dukungan Lead Partners yaitu BCA dan Sucor Asset Management, yang masing-masing mempersembahkan kolaborasi artistik penuh makna dalam Special Presentation. Kehadiran dua pemain besar dari industri keuangan ini mengokohkan posisi pekan seni Art Jakarta sebagai bagian penting dari ekosistem seni rupa Indonesia dan regional.

myBCA mempersembahkan myBCA Space, yang diperkaya dengan instalasi seni monolitik karya Rudy Atjeh. Instalasi ini terbuat dari kertas yang dipotong secara manual, menggambarkan perjalanan hidup manusia melalui metafora sebuah pohon. Akar sebagai prinsip dasar, batang sebagai simbol keteguhan diri, dan dahan yang mewakili fase-fase kehidupan yang berkembang seiring waktu. Pada pusat pohon, hadir struktur kubus yang melambangkan pentingnya manajemen hidup dan keuangan. Pengunjung diajak untuk berinteraksi dengan instalasi pohon ini melalui aktivitas origami, yang turut mengembangkan karya ini sepanjang periode pameran. Rudy Atjeh telah berkarya menggunakan teknik potong kertas selama lebih dari satu dekade. Medium ini kemudian menjadi elemen sentral dalam praktiknya dan diapresiasi atas presisi, kerapuhan, serta prosesnya yang bersifat meditatif. Karya-karya terbarunya mengeksplorasi kertas sebagai medium skulptural yang berkelindan dengan gagasan tentang memori kultural, simbolisme, dan interpretasi.

Sucor Asset Management mempersembahkan Sucor AM Corner, sebuah instalasi interaktif yang berkolaborasi dengan seniman Naufal Abshar. Menghadirkan konsep catur sebagai metafora investasi tentang strategi, peran, dan pengambilan keputusan. Enam patung paper mache yang mewakili enam bidak catur disusun di dalam ruang, membentuk satu cerita utuh tentang bagaimana setiap peran saling melengkapi. Setiap bidak digambarkan sebagai karakter dengan fungsi yang berbeda. Ada yang bergerak lebih bebas, ada yang menjaga keseimbangan, dan ada pula yang menentukan arah permainan. Hal ini sangat relevan dengan Sucor AM ibarat Grandmaster di dunia investasi reksa dana, karena setiap keputusan investasi diambil melalui analisis dan strategi yang terarah sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan investasi investor. Selain instalasi seni, Sucor AM juga menghadirkan “Chess Play”, pengalaman bermain catur secara langsung dengan tiga kategori tingkat kesulitan. Ketiga kategori ini merepresentasikan prol risiko dalam berinvestasi, bahwa setiap orang memiliki tujuan, tingkat kenyamanan, dan cara mengambil keputusan yang berbeda. Pada sesi permainan ini, pengunjung akan bermain langsung melawan Sucorians untuk mendapatkan experience secara langsung dan menyenangkan.

Dukungan yang tak kalah penting juga datang dari salah satu Main Partners yaitu EDISII, pendatang baru di dunia seni rupa yang aktif bekerjasama dengan seniman dalam menghasilkan karya seni cetak edisi terbatas. Pada Art Jakarta Papers nanti EDISII akan menampilkan presentasi yang membawa karya seni cetak oleh sejumlah seniman kontemporer Indonesia, mulai dari kalangan pendatang baru hingga senior. Setiap karya cetak diciptakan melalui proses kolaborasi yang jeli antara EDISII dan seniman.

Art Jakarta Papers akan menggelar sektor SPOT yang menampilkan kurasi presentasi tunggal karya instalasi berskala besar dari sejumlah peserta galeri. SPOT akan hadir sebagai ruang kuratorial dan programatik yang dirancang menyatu dengan karakter ruang interior pameran, serta ditempatkan secara kontekstual untuk membangun dialog dan keterkaitan langsung dengan presentasi galeri peserta sebagai bagian dari satu ekosistem pameran. Sektor SPOT akan menyuguhkan karya dari Iwan Effendi yang dibawa oleh para contemporary dan karya dari kolektif fotogra Ruang MES 56 yang dibawa oleh kohesi Initiatives.

Baca Juga: Cewek-cewek Sultan di China Kini Sewa Ken, ART Ganteng yang Jago Masak dan Bersih-bersih!

Melengkapi diskursus mengenai peran kertas di dunia seni rupa, Art Jakarta Papers akan mengupas beragam gagasan dan isu yang menyoroti kertas dalam rangkaian enam program diskusi pada Sabtu-Minggu, 7-8 Februari 2026. Diskusi yang akan diadakan meliputi topik-topik antara lain, posisi karya kertas dalam ekosistem seni rupa, tantangan konservasi karya kertas dalam konteks iklim tropis, peluang pasar internasional untuk seniman kertas Indonesia, revolusi karya kertas, kertas sebagai ruang eksperimen, dan restorasi kertas. Rangkaian diskusi disusun untuk melibatkan berbagai pemain dalam industri seni rupa, mulai dari seniman, kurator, galeri, kolektor, konservator, dan institusi seni. Simak akun Instagram @artjakarta dan situs remi artjakarta.com untuk pengumuman lebih lanjut mengenai jadwal program publik.

Art Jakarta Papers akan buka khusus untuk tamu undangan pada hari Kamis, 5 Februari 2026, pukul 15:00–21:00 WIB dan untuk publik pada hari Jumat, 6 Februari 2026, pukul 15:00–21:00 WIB dan Sabtu–Minggu, 7–8 Februari 2026, pukul 11:00-21:00 WIB.

Tahun ini, Art Jakarta menghadirkan rangkaian program yang mencakup Art Jakarta Papers; Art Jakarta Gardens yang tahun ini memasuki edisi kelima akan diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran pada 5–10 Mei 2026; kemudian puncaknya adalah Art Jakarta sebagai program unggulan yang akan berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 2–4 Oktober 2026. Melalui rangkaian ini, Art Jakarta menegaskan posisinya sebagai platform berkelanjutan yang memperkuat ekosistem seni rupa di Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog dan pertukaran praktik seni rupa kontemporer di tingkat regional. Tiket Art Jakarta Papers tersedia mulai 21 Januari 2026 melalui artjakarta.com.***

Load More