- Bluebird Group berkolaborasi dengan IP lokal Tahilalats untuk memperluas penetrasi pasar dan relevansi lintas generasi.
- Salah satu wujud nyata kolaborasi adalah Bus BirdGembira, armada interaktif yang beroperasi di lokasi urban strategis.
- Kolaborasi ini juga meluncurkan merchandise edisi terbatas yang bisa didapatkan pelanggan melalui aplikasi MyBluebird.
Suara.com - Ruang bermain di tengah kota tak selalu harus berupa taman luas atau wahana besar. Kadang, ia bisa hadir di tempat tak terduga, seperti di sela perjalanan, di tengah mobilitas, bahkan di dalam kendaraan yang biasa kita tumpangi setiap hari.
Dari pemikiran itulah kolaborasi antara layanan transportasi dan IP lokal ini terasa relevan. Bukan sekadar kerja sama brand, kolaborasi ini menghadirkan pengalaman baru: menjadikan perjalanan sebagai ruang bermain kecil yang dekat dengan kehidupan urban.
Bluebird Group resmi menggandeng Tahilalats, IP lokal Indonesia yang dikenal dengan cerita keseharian penuh humor ringan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk tetap relevan lintas generasi.
Lewat pendekatan visual dan cerita yang segar, Bluebird mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan tanpa meninggalkan fondasi utama mereka: rasa aman dan nyaman.
Cerita-cerita Tahilalats selama ini dikenal dekat dengan realita masyarakat: absurd, jujur, dan sering kali terasa “kok gue banget”.
Pendekatan ini selaras dengan peran Bluebird yang hadir menemani perjalanan pelanggan di berbagai momen hidup, dari yang rutin hingga yang berkesan.
Andre Djokosoetono, Chief Executive Officer PT Blue Bird Tbk, menyambut baik sinergi dua brand lokal ini.
“Kolaborasi kreatif ini merupakan bagian dari upaya Bluebird memperluas penetrasi pasar, khususnya di kalangan generasi muda. Ini menjadi langkah kami untuk mengekspresikan identitas Bluebird dengan cara baru yang lebih dekat dengan pelanggan, lewat cerita, visual, dan pengalaman yang berkesan,” ujarnya.
Ruang Bermain yang Bergerak
Baca Juga: Jakarta Menuju Kota Inklusif, Gubernur Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Baru Khusus Disabilitas
Salah satu wujud paling nyata dari kolaborasi ini adalah kehadiran Bus BirdGembira, transformasi armada Bigbird yang disulap menjadi ruang interaktif bernuansa Tahilalats. Bus ini bukan sekadar kendaraan, tapi ruang bermain bergerak di tengah kota, tempat orang bisa singgah, berekspresi, dan menikmati hiburan ringan di sela rutinitas.
Di dalam Bus BirdGembira, pengunjung bisa menemukan berbagai zona interaktif, mulai dari kuis berhadiah, area foto, hingga pilihan merchandise. Konsep ini menjadikan bus sebagai ruang publik alternatif, tempat orang bisa berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Bus BirdGembira dapat dikunjungi di:
- Pintu B Stasiun MRT Dukuh Atas: 24–25 Januari 2026 & 31 Januari–1 Februari 2026
- JIExpo Kemayoran: 5–15 Februari 2026
Pemilihan lokasi ini pun terasa kontekstual dengan gaya hidup urban, yaitu titik transit dan ruang publik yang akrab dengan mobilitas tinggi masyarakat kota.
Dari Cerita ke Benda Sehari-hari
Selain pengalaman offline, kolaborasi ini juga hadir lewat rangkaian merchandise edisi terbatas dengan visual khas Tahilalats dan sentuhan identitas Bluebird. Koleksi ini mencakup berbagai barang keseharian seperti tumbler, T-shirt, gantungan kunci, bandana, hingga tas lipat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim