- Reverse Vending Machine (RVM) jadi solusi terintegrasi yang memudahkan konsumen berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi.
- RVM ditempatkan di supermarket Bali untuk mempermudah konsumen memasukkan botol plastik ke ekosistem daur ulang.
- Inisiatif ini bagian dari komitmen WINGS Group memperkuat pengelolaan sampah plastik di Bali melalui kemudahan akses.
Suara.com - Bagi sebagian orang, mengelola sampah plastik pascakonsumsi seringkali terasa seperti tugas yang berat. Harus memilah, mencari bank sampah, hingga memikirkan logistiknya. Namun, bayangkan jika aksi menyelamatkan lingkungan bisa dilakukan sesederhana kita memasukkan barang ke keranjang belanja. Itulah semangat baru yang kini hadir di Bali: menjadikan keberlanjutan sebagai bagian alami dari rutinitas harian.
Bali, sebagai etalase pariwisata dunia, kini semakin mempercantik diri tidak hanya lewat lanskapnya, tetapi juga lewat kesadaran masyarakat dan wisatawannya. Tren belanja modern pun bergeser; bukan lagi sekadar transaksi, melainkan tentang bagaimana setiap pilihan kita memberikan dampak positif bagi bumi.
Belanja Sambil Menjaga Bumi
Langkah nyata ini kembali diperkuat melalui kolaborasi AQUVIVA (produk AMDK unggulan dari WINGS Food) bersama Plasticpay, yang kini menggandeng GrandLucky Supermarket Sanur. Mereka menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) atau mesin pencacah botol plastik otomatis sebagai solusi praktis di tengah ruang belanja.
Kehadiran mesin ini memutus kebingungan konsumen tentang ke mana botol plastik mereka harus bermuara. Cukup dibawa saat belanja, dimasukkan ke mesin, dan botol tersebut resmi masuk ke dalam ekosistem daur ulang yang terjamin.
Reny Ekowati, Store Manager GrandLucky Supermarket Sanur, menjelaskan betapa pentingnya peran sektor ritel dalam menjembatani kebiasaan baik ini.
“Sebagai ritel modern yang menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat dan wisatawan, kami melihat kehadiran Reverse Vending Machine sebagai solusi yang relevan untuk mendorong partisipasi konsumen dalam pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi, sekaligus memperkuat peran ritel dalam ekosistem daur ulang yang berkelanjutan di Bali,” ujarnya.
Ekosistem yang Semakin Dekat
Bagi AQUVIVA, inisiatif ini bukan sekadar menaruh mesin, melainkan membangun ekosistem. Dengan hadirnya RVM di titik-titik strategis seperti Bintang Supermarket Bali dan kini di GrandLucky Supermarket Sanur, akses bagi masyarakat untuk berbuat baik jadi semakin luas.
Baca Juga: Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak harus menjadi kegiatan yang membingungkan. Ketika produsen, penyedia teknologi, dan ritel bersatu, konsumen diberikan fasilitas yang membuat tindakan sustainable terasa ringan—seringan memilih menu makan malam.
Langkah AQUVIVA ini merupakan bagian dari komitmen besar WINGS Group Indonesia untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui semangat “Life Keeps Getting Better with WINGS”, inisiatif daur ulang ini dirancang untuk terus berkembang, merangkul lebih banyak tangan, dan memastikan bahwa setiap botol yang kembali ke mesin adalah satu langkah menuju masa depan Bali yang lebih hijau.
Dengan menjadikan daur ulang sebagai bagian dari gaya hidup seimbang, kita sedang membuktikan satu hal: peduli lingkungan itu bisa dimulai dari hal kecil, dilakukan kapan saja, dan bisa dimulai saat kita sedang belanja mingguan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tangsel Mulai Kekeringan, 222 KK di Keranggan dan Serpong Krisis Air Bersih
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
OLXmobbi Tebar Cashback Hingga 35 Juta Tukar Tambah Mobil Bekas ke Mobil Baru di GIIAS 2026
-
Pilot Malaysia Bawa 170 Penumpang ke Jakarta dalam Pengaruh Narkoba
-
Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Lain Kasus Pembacokan Anggota PSHT, Sejumlah Nama Masuk DPO
-
Akal-akalan Komisi Fiktif Asuransi Pelni Rp15,6 Miliar, 4 Petinggi Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Rahasia Gelap Mantan Tunawisma di Balik Minimarket yang Merepotkan!
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
Prabowo Bersedia ke Korea Utara, Apakah Indonesia Punya Hubungan Diplomatik dengan Korut?