- Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad nyaris mendarat darurat di Tabanan, Bali, karena terjebak kabut tebal Kamis (15/1/2026).
- Faktor utama insiden ini adalah kabut tebal mengakibatkan helikopter berputar-putar sekitar sepuluh menit sebelum selamat.
- Meskipun ada potensi cuaca buruk, penerbangan tetap dilaksanakan demi mengejar jadwal penting ke Solo.
Suara.com - Insiden penerbangan nyaris berujung pendaratan darurat dialami selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, saat melakukan perjalanan udara di Bali, Kamis (15/1/2026).
Helikopter yang ditumpanginya terjebak kabut tebal di wilayah pegunungan Kabupaten Tabanan, Bali, hingga harus bermanuver berputar-putar dengan jarak pandang sangat terbatas. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di darat dan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Berikut tujuh fakta penting terkait insiden tersebut:
1. Terjadi Saat Perjalanan Pulang dari Bali Utara
Insiden mencekam ini terjadi saat helikopter yang membawa Raffi Ahmad dan rombongan bertolak dari Bali Utara menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.
Penerbangan dilakukan usai Raffi menyelesaikan agenda resmi peninjauan progres pembangunan proyek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Situasi genting dilaporkan terjadi ketika helikopter melintas di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kawasan dengan kontur pegunungan dan cuaca yang mudah berubah.
2. Daftar Penumpang di Dalam Helikopter
Selain Raffi Ahmad, helikopter tersebut juga ditumpangi oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, pengusaha asal Bali sekaligus pemilik jaringan bisnis Krisna Oleh-Oleh.
Baca Juga: Nge-Jokes 1+1=2 yang Viral, Akun Bali United Kena Sentil: Gak Ada Kerjaan Ya?
Turut serta pula Prio Bagja Anugrah, manajer pribadi Raffi Ahmad yang selama ini mendampingi aktivitas profesional sang selebritas.
3. Kabut Tebal Jadi Penyebab Utama
Faktor cuaca menjadi penyebab utama insiden ini. Helikopter mendadak terjebak kabut putih pekat saat melintasi kawasan pegunungan Tabanan.
Kondisi tersebut menyebabkan low visibility hingga nyaris nol, membuat pilot kesulitan melihat medan dan arah penerbangan. Helikopter pun harus berjuang menjaga kestabilan di tengah tekanan udara dan cuaca ekstrem.
Situasi ini menciptakan ketegangan di dalam kabin, mengingat keselamatan penerbangan sepenuhnya bergantung pada kemampuan pilot menembus kabut tebal tersebut.
4. Helikopter Sempat Berputar-putar di Atas Persawahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik
-
BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
-
Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
-
Banjir Genangi Tol JakartaTangerang KM 24, Akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat Sempat Ditutup
-
Belajar dari Kasus Delpedro, Yusril Minta Aparat Hati-hati Tangkap Orang
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar