Suara.com - Ibadah haji selalu identik dengan perjalanan spiritual yang sakral. Namun di balik kelancaran ibadah jutaan jamaah di Tanah Suci, ada peran penting petugas haji atau Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bekerja tanpa kenal lelah.
Lalu muncul pertanyaan yang membuat penasaran: apakah petugas haji ikut berhaji atau hanya bertugas melayani jamaah?
Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat petugas haji juga berada di Makkah dan Madinah selama musim haji. Simak penjelasan berikut ini.
Fokus Utama Petugas Haji: Melayani, Bukan Berhaji
Pada dasarnya, petugas haji ditugaskan bukan untuk menunaikan ibadah haji, melainkan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah jamaah berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat. Tugas mereka meliputi pelayanan fisik, pendampingan ibadah, perlindungan jamaah, hingga penanganan kondisi darurat.
Mulai tahun 2026, pemerintah memperketat kebijakan terkait tugas petugas haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjutak menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada petugas yang 'nebeng' berhaji. Seluruh petugas diwajibkan memusatkan perhatian penuh pada pelayanan jamaah.
"Nanti masuk barak, kemudian dilatih kurang lebih 3 minggu. Persiapan fisik, persiapan bahasa Arab dasar dan persiapan fikih dasar haji," kata Wamenhaj pada November 2025 lalu.
"Kami persiapkan dengan serius supaya mereka bersiap bertugas dan tidak boleh lagi ada yang nebeng naik haji. Kita ingin pastikan petugas melakukan tugasnya sebagai petugas haji bukan orang mau naik haji," sambungnya.
Apakah Ada Petugas yang Tetap Bisa Berhaji?
Meski fokus utama adalah pelayanan, pemerintah masih memberikan kesempatan terbatas bagi sebagian petugas untuk menunaikan ibadah haji. Kesempatan ini tidak bersifat mutlak dan bukan tujuan utama penugasan.
Baca Juga: Berapa Gaji Petugas Haji 2026? Ini Rincian Hak dan Perkiraan Penghasilannya
Petugas PPIH kloter dan PPIH Arab Saudi pada kondisi tertentu diperbolehkan berhaji, dengan syarat utama tidak mengganggu tugas pelayanan. Ibadah haji bagi petugas hanya boleh dilakukan melalui skema haji Tamattu’, yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian haji pada puncak musimnya.
Pada haji 2026, pemerintah juga merencanakan kebijakan baru, di mana petugas yang sudah pernah berhaji akan langsung ditempatkan di Mina untuk memperkuat layanan lapangan. Dengan skema ini, petugas tidak lagi mengikuti seluruh rangkaian ibadah sebagaimana jamaah, tetapi difokuskan pada pendampingan teknis.
Selain itu, aturan tegas juga diberlakukan untuk mencegah konflik peran. Kepala daerah seperti bupati atau wali kota tidak lagi diperkenankan menjadi Petugas Haji Daerah (PHD), demi memastikan pelayanan jamaah berjalan maksimal.
Konsekuensi Menjadi Petugas Haji
Menjadi petugas haji bukanlah tugas ringan. Meski tetap memiliki peluang berhaji, petugas wajib mengutamakan pelayanan jamaah selama 24 jam penuh. Kepentingan pribadi, termasuk pelaksanaan ibadah individual, harus berada di urutan kedua.
Seluruh petugas juga diwajibkan menanggalkan identitas profesi asal, baik sebagai ASN, aparat keamanan, akademisi, maupun pejabat. Dalam operasional haji, mereka bekerja di bawah satu komando PPIH dengan disiplin tinggi. Pelanggaran aturan atau kinerja yang tidak optimal dapat berujung pada sanksi tegas, termasuk pemulangan sebelum masa tugas berakhir.
Seleksi petugas haji juga dilakukan secara ketat, terutama dari sisi kesehatan. Calon petugas dengan risiko medis tinggi dapat dicoret dari penugasan demi keselamatan diri dan kelancaran pelayanan jamaah.
Berita Terkait
-
Gus Yaqut Dipanggil KPK Terkait Skandal Korupsi Haji, Bisa Jadi Jumat Keramat Baginya?
-
Berapa Gaji Petugas Haji 2026? Ini Rincian Hak dan Perkiraan Penghasilannya
-
Kuasa Hukum Pastikan Gus Yaqut Akan Penuhi Panggilan KPK Hari Ini
-
Hari Ini, KPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Dikaitkan Pengadaan Program Sekolah Rakyat, Owner Sepatu Lokal Stradenine Tegaskan Tak Terlibat
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Pakar Ungkap Kebiasaan Baru Pelanggan, yang Mau Jadi Pengusaha Wajib Tahu
-
25 Ucapan Idul Adha 2026 yang Bermakna untuk Caption Medsos, Dijamin Aesthetic!
-
7 Sepatu Sekolah Lokal Selain Stradenine yang Awet dan Stylish, Murah tapi Kualitas Dunia
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
-
Viva Whitening Cream Dipakai setelah Apa di Malam Hari? Ini Urutan yang Benar
-
Promo Serba Gratis Alfamart Mei 2026: Ada Camilan Buat Anak Sekolah hingga Minuman Kesehatan
-
Tak Kenal Usia, dari Balita Sampai Lansia Baca Bareng di Ruang Terbuka
-
5 Sepatu Lari Premium yang Empuk untuk Daily, Tempo hingga Long Run