Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:05 WIB
ilustrasi membeli rumah impian untuk keluarga (Photo by Alena Darmel/Pexels)
Baca 10 detik
  • Definisi rumah impian bergeser pada 2026 menjadi hunian yang menunjang kesehatan fisik dan mental (Wellness Design).
  • Tren hunian 2026 didominasi enam pilar utama, menekankan resiliensi, kesehatan mental, dan konsep Rumah Selamanya.

Suara.com - Memasuki tahun 2026, definisi rumah impian mengalami pergeseran fundamental. Jika satu dekade lalu kemewahan diukur dari luas bangunan dan ornamen visual, kini prioritas pemilik rumah telah berubah drastis. Tahun ini diprediksi menjadi era kebangkitan Wellness Design, di mana rumah tidak lagi sekadar tempat berteduh, melainkan sebuah suaka (sanctuary) yang wajib menunjang kesehatan fisik dan mental penghuninya.

Laporan terbaru mengenai tren rumah 2026 menyebutkan bahwa konsumen kini mencari hunian yang mampu "melindungi, menyembuhkan, dan beradaptasi" dengan kebutuhan jangka panjang. Mengutip laporan Forbes, terdapat pergeseran perilaku di mana pemilik rumah cenderung menetap lebih lama, lebih dari 11 tahun, sehingga konsep Forever Homes (Rumah Selamanya) menjadi sangat relevan.

Enam Pilar Tren Hunian 2026

Pasar properti tahun ini diprediksi akan didominasi oleh enam pilar utama, yakni:

  1. Fitur Resiliensi: Ketahanan rumah terhadap cuaca ekstrem dan kualitas udara.
  2. Fokus Kesehatan Mental: Tuntutan adanya ruang dekompresi seperti taman dalam ruangan.
  3. Hunian Multi-Generasi: Rumah yang ramah bagi lansia dan anak-anak.
  4. Konsep Forever Homes: Penekanan pada material yang tahan lama.
  5. Teknologi Cerdas untuk Kesehatan: Integrasi teknologi untuk mendukung kesejahteraan.
  6. Pilihan Material Lebih Sehat: Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.

Josh Qian, Chief Operating Officer LINQ Kitchen, dalam ulasannya mengenai tren ini menyebutkan banyak klien dewasa muda meminta untuk menciptakan ruang fungsional yang mendukung kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja.

"Tren ini akan menjadi lebih lazim pada tahun 2026, karena generasi muda mulai membangun lingkungan yang memungkinkan mereka menjadi produktif sekaligus santai," terangnya.

Senada dengan itu, Marine Sargsyan, Direktur Riset Ekonomi Houzz, menambahkan bahwa investasi rumah saat ini adalah tentang jangka panjang.

"Ini menunjukkan bahwa pemilik rumah memiliki rencana jangka panjang yang bijaksana, yang dirancang untuk mendukung kelayakan huni dan kemandirian selama bertahun-tahun ke depan," ujarnya.

Mengapa Kota Mandiri Bisa Jadi Solusi?

Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026

Tren global akan kebutuhan hunian yang menjamin kualitas hidup (wellbeing) ini selaras dengan semangat awal tahun di Indonesia. Masyarakat diajak menumbuhkan optimisme untuk jeli melihat peluang dan memilih lingkungan tempat tinggal yang menawarkan kepastian masa depan.

Salah satu kawasan yang berhasil menerjemahkan tren global Wellness Design ke dalam konteks lokal adalah Kota Mandiri Paramount Petals di barat Jakarta.

"Tren properti 2026 telah bergeser jauh; masyarakat kini mencari ekosistem yang mendukung kesehatan mental dan fisik. Paramount Petals menghadirkan konsep one-stop living di mana fasilitas seperti Paramount Petals Community Club dan area kuliner Paramount Petals Taman Rasa memastikan penghuni dapat hidup sehat dan seimbang," ujar Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, kepada Suara.com, ditulis Sabtu (30/1/2026).

Konsep One-Stop Living yang diusung memungkinkan penghuni memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Fasilitas kesehatan seperti Bethsaida Clinic, pasar modern yang akan hadir dalam waktu dekat, hingga deretan tenant kuliner, semuanya terintegrasi dalam satu kawasan.

Investasi 'Forever Homes' dengan Akses Pasti

Aspek Forever Homes juga tercermin dari keseriusan pengembang dalam membangun infrastruktur konektivitas. Sebuah rumah 'selamanya' memerlukan aksesibilitas yang mumpuni agar tetap relevan di masa depan.

Load More