- Definisi rumah impian bergeser pada 2026 menjadi hunian yang menunjang kesehatan fisik dan mental (Wellness Design).
- Tren hunian 2026 didominasi enam pilar utama, menekankan resiliensi, kesehatan mental, dan konsep Rumah Selamanya.
Suara.com - Memasuki tahun 2026, definisi rumah impian mengalami pergeseran fundamental. Jika satu dekade lalu kemewahan diukur dari luas bangunan dan ornamen visual, kini prioritas pemilik rumah telah berubah drastis. Tahun ini diprediksi menjadi era kebangkitan Wellness Design, di mana rumah tidak lagi sekadar tempat berteduh, melainkan sebuah suaka (sanctuary) yang wajib menunjang kesehatan fisik dan mental penghuninya.
Laporan terbaru mengenai tren rumah 2026 menyebutkan bahwa konsumen kini mencari hunian yang mampu "melindungi, menyembuhkan, dan beradaptasi" dengan kebutuhan jangka panjang. Mengutip laporan Forbes, terdapat pergeseran perilaku di mana pemilik rumah cenderung menetap lebih lama, lebih dari 11 tahun, sehingga konsep Forever Homes (Rumah Selamanya) menjadi sangat relevan.
Enam Pilar Tren Hunian 2026
Pasar properti tahun ini diprediksi akan didominasi oleh enam pilar utama, yakni:
- Fitur Resiliensi: Ketahanan rumah terhadap cuaca ekstrem dan kualitas udara.
- Fokus Kesehatan Mental: Tuntutan adanya ruang dekompresi seperti taman dalam ruangan.
- Hunian Multi-Generasi: Rumah yang ramah bagi lansia dan anak-anak.
- Konsep Forever Homes: Penekanan pada material yang tahan lama.
- Teknologi Cerdas untuk Kesehatan: Integrasi teknologi untuk mendukung kesejahteraan.
- Pilihan Material Lebih Sehat: Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.
Josh Qian, Chief Operating Officer LINQ Kitchen, dalam ulasannya mengenai tren ini menyebutkan banyak klien dewasa muda meminta untuk menciptakan ruang fungsional yang mendukung kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja.
"Tren ini akan menjadi lebih lazim pada tahun 2026, karena generasi muda mulai membangun lingkungan yang memungkinkan mereka menjadi produktif sekaligus santai," terangnya.
Senada dengan itu, Marine Sargsyan, Direktur Riset Ekonomi Houzz, menambahkan bahwa investasi rumah saat ini adalah tentang jangka panjang.
"Ini menunjukkan bahwa pemilik rumah memiliki rencana jangka panjang yang bijaksana, yang dirancang untuk mendukung kelayakan huni dan kemandirian selama bertahun-tahun ke depan," ujarnya.
Mengapa Kota Mandiri Bisa Jadi Solusi?
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026
Tren global akan kebutuhan hunian yang menjamin kualitas hidup (wellbeing) ini selaras dengan semangat awal tahun di Indonesia. Masyarakat diajak menumbuhkan optimisme untuk jeli melihat peluang dan memilih lingkungan tempat tinggal yang menawarkan kepastian masa depan.
Salah satu kawasan yang berhasil menerjemahkan tren global Wellness Design ke dalam konteks lokal adalah Kota Mandiri Paramount Petals di barat Jakarta.
"Tren properti 2026 telah bergeser jauh; masyarakat kini mencari ekosistem yang mendukung kesehatan mental dan fisik. Paramount Petals menghadirkan konsep one-stop living di mana fasilitas seperti Paramount Petals Community Club dan area kuliner Paramount Petals Taman Rasa memastikan penghuni dapat hidup sehat dan seimbang," ujar Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, kepada Suara.com, ditulis Sabtu (30/1/2026).
Konsep One-Stop Living yang diusung memungkinkan penghuni memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Fasilitas kesehatan seperti Bethsaida Clinic, pasar modern yang akan hadir dalam waktu dekat, hingga deretan tenant kuliner, semuanya terintegrasi dalam satu kawasan.
Investasi 'Forever Homes' dengan Akses Pasti
Aspek Forever Homes juga tercermin dari keseriusan pengembang dalam membangun infrastruktur konektivitas. Sebuah rumah 'selamanya' memerlukan aksesibilitas yang mumpuni agar tetap relevan di masa depan.
Berita Terkait
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Berdamai degan Bayangan Misteri yang Tak Terungkap
-
Atap RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Disulap Jadi Lahan Budidaya Melon
-
Tragis! Lansia di Jagakarsa Tewas Terjebak Saat Api Hanguskan Rumah Mewah
-
Prabowo Bahas Rencana Groundbreaking 141 Ribu Unit Rumah Subsidi, Bakal Serap 80 Ribu Tenaga Kerja
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem
-
Sepatu Lari Maraton yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi dari Brand Lokal Kualitas Top
-
Review Wardah PDRN Glacier Tinted Lip Serum, Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
-
Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos Kemensos atau Tidak
-
5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung Akhir Juni 2026, Rezeki Makin Melimpah
-
Musik dan Literasi Digital Berpadu di Momenta Festival 2026
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan