- Skandal Jeffrey Epstein kembali disorot usai DOJ merilis Epstein Files pada 30 Januari 2026.
- Arsip berisi 3 juta halaman, 2.000 video, dan 180.000 foto terkait kasus kejahatan seksual dan dugaan perdagangan manusia.
- DOJ menyebut rilis dokumen demi transparansi, sementara kasus Epstein bermula pada 2005.
Pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan negara bagian tentang meminta layanan prostitusi dan meminta layanan prostitusi dari seseorang di bawah usia 18 tahun. Ia lalu dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.
Kala itu, kesepakatan pembelaan yang kontroversial dibuat. Pembelaan itu membuat Epstein menghindari tuduhan federal yang dapat membuatnya menghadapi hukuman penjara seumur hidup.
Alhasil, hukuman yang dijatuhkan kepada Jeffrey Epstein saat itu masih memungkinkan dirinya untuk terus bekerja dan ia dibebaskan dengan masa percobaan setelah 13 bulan.
Tahun 2009 hingga 2018
Setelah dibebaskan dari penjara tahun 2009 lalu, Epstein menghabiskan hampir satu dekade menghadapi tuduhan dari banyak wanita yang mengaku sebagai korbannya.
Tahun 2019
Lalu pada Juli 2019, Jeffrey Epstein ditangkap di New York atas tuduhan perdagangan seks yang melibatkan tuduhan yang berasal dari awal tahun 2000-an.
Ia dituduh membayar gadis-gadis di bawah umur untuk pijat dan melecehkan mereka di rumahnya di Florida dan New York. Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan terhadapnya tapi permohonan jaminannya ditolak.
Namun di tengah proses hukum ini, Jeffrey Epstein ditemukan meninggal di dalam tahanannya di New York. Para penyelidik mengatakan ia bunuh diri.
Baca Juga: Pulau Pribadi Jeffrey Epstein Ada di Mana? Diduga Jadi 'Saksi Bisu' Skandal Elite Dunia
Tahun 2020 hingga 2022
Jaksa penuntut New York mendakwa Ghislaine Maxwell, rekan dan kekasih Epstein sejak lama, dengan tuduhan mencari gadis-gadis untuk pelecehan Epstein.
Gugatan sebelumnya menuduh Maxwell sebagai "karyawan berpangkat tertinggi" dalam jaringan perdagangan manusia Epstein, tapi ini adalah pertama kalinya dia menghadapi dakwaan.
Setelah persidangan selama sebulan, Maxwell dinyatakan bersalah atas perdagangan seks, konspirasi, dan pengangkutan anak di bawah umur untuk aktivitas seksual ilegal pada Juni 2022.
Tahun 2024 - Hakim Mulai Membuka Dokumen Epstein
Dokumen pengadilan yang sebelumnya dirahasiakan dalam kasus Epstein dibuka oleh seorang hakim Amerika Serikat pada Januari 2024.
Dokumen setebal 40 halaman tersebut sebagian besar terdiri dari materi yang sudah dipublikasikan, meskipun ada penyebutan tentang persahabatan Epstein dengan mantan presiden AS Bill Clinton dan Pangeran Andrew.
Dokumen-dokumen tersebut berkaitan dengan gugatan Virginia Giuffre terhadap Epstein pada tahun 2015, yang diselesaikan pada tahun 2017.
Selama kampanyenya di tahun 2024, Donald Trump juga mengatakan kepada Fox News bahwa ia akan mempertimbangkan untuk membuka klasifikasi berkas Epstein, sebab mungkin ada banyak "hal palsu" dalam berkas tersebut.
Kemudian, dokumen Jeffrey Epstein dirilis ke publik hingga 30 Januari 2026 kemarin. Berkas ini terdiri dari jutaan halaman yang berisi catatan hukum, log penerbangan jet pribadi Jeffrey Epstein, hingga foto dan video berkaitand dengan kasus ini.
Untuk Anda yang penasaran dengan Dokumen Epstein secara lengkap, semuanya bisa diakses melalui link resmi berikut ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan