Suara.com - Kementerian Kehakiman Amerika Serikat kembali merilis dokumen yang memicu kontroversi global. Dalam berkas yang menjadi bagian dari pengungkapan Jeffrey Epstein Files, terungkap adanya pengiriman potongan kain Kiswah, kain suci penutup Ka'bah, ke Amerika Serikat pada 2017.
Yang mengejutkan, pengiriman tersebut ditujukan langsung ke kediaman Jeffrey Epstein, sosok yang dikenal luas saat ini sebagai terpidana kejahatan seksual dan figur sentral dalam kasus perdagangan seks anak internasional.
Dokumen resmi itu memuat korespondensi email yang menjelaskan detail pengiriman kain Kiswah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Pengiriman diatur oleh seorang pengusaha perempuan asal Uni Emirat Arab bernama Aziza Al-Ahmadi, yang bekerja sama dengan pria bernama Abdullah Al-Maari. Keduanya disebut mengatur pengiriman tiga potong kain Kiswah dengan status dan karakteristik berbeda.
Menurut dokumen tersebut, pengiriman dilakukan melalui jalur udara dan akhirnya tiba di rumah Epstein di Florida. Namun, berkas pengadilan tidak memberikan penjelasan rinci mengenai hubungan personal maupun bisnis antara Epstein dan Aziza Al-Ahmadi. Tujuan pengiriman kain suci itu pun tidak dijelaskan secara gamblang, sehingga memicu berbagai spekulasi publik.
Kasus ini kembali menyeret nama Epstein ke pusaran kontroversi. Seperti diketahui, Epstein ditemukan tewas di dalam sel penjara pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks anak. Hingga kini, kematiannya masih menyisakan tanda tanya dan teori konspirasi di berbagai belahan dunia.
Mengutip laporan Middle East Monitor (MEMO), korespondensi email yang dirilis memperlihatkan bagaimana proses pengiriman Kiswah itu berlangsung pada Februari hingga Maret 2017. Dalam email tersebut, Kiswah digambarkan sebagai “karya seni”, sebuah istilah yang kontras dengan makna religiusnya bagi umat Islam.
Dalam salah satu email yang ditujukan langsung kepada Epstein, Aziza Al-Ahmadi menekankan nilai spiritual kain Kiswah. Ia menjelaskan bahwa potongan kain hitam itu telah disentuh oleh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai mazhab, baik Sunni, Syiah, maupun lainnya.
Menurut penuturannya, jutaan jamaah yang mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali akan berusaha menyentuh Kiswah, sambil memanjatkan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka, dengan keyakinan doa-doa itu akan dikabulkan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kiswah bukan sekadar kain hias, melainkan simbol spiritual yang sangat sakral. Hal inilah yang membuat publik bereaksi keras ketika mengetahui potongan kain suci tersebut dikirim ke seseorang dengan rekam jejak kriminal seperti Epstein.
Baca Juga: Biodata dan Agama Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Lantas, apa sebenarnya Kiswah?
Kiswah adalah kain besar yang menutupi Ka'bah, bangunan suci berbentuk kubus di pusat Masjidil Haram, Makkah. Ka'bah sendiri diyakini sebagai pusat fisik dan spiritual Islam, yang kerap disebut sebagai “Rumah Tuhan”.
Setiap tahun, Kiswah lama dilepas dan Ka'bah diselimuti kain baru pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari ketika jamaah haji bergerak menuju Padang Arafah.
Setelah dilepas, Kiswah lama tidak dibuang begitu saja. Kain tersebut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan biasanya diberikan kepada individu tertentu, tokoh penting, museum, atau lembaga resmi.
Karena proses ini dilakukan secara terbatas, potongan Kiswah dipandang sebagai artefak yang sangat bernilai, baik secara religius maupun historis.
Salah satu contoh potongan Kiswah yang diketahui publik adalah tirai penutup pintu Ka'bah yang dipajang di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tirai tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Arab Saudi. Kiswah terbuat dari sutra putih murni yang diwarnai hitam, lalu dihiasi sulaman ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan benang emas dan perak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup