- Presiden Prabowo menggaungkan "gentengisasi" untuk penggunaan genteng tanah liat pada hunian rakyat.
- Gerakan tersebut bertujuan mengembalikan estetika arsitektur tropis sekaligus menghidupkan industri genteng rumahan lokal.
- Genteng tanah liat unggul sebagai isolator panas dan peredam suara.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menarik perhatian publik dengan menggaungkan "Gerakan Gentengisasi".
Program ini bertujuan untuk menyeragamkan kembali penggunaan genteng tanah liat pada hunian masyarakat, terutama dalam proyek-proyek perumahan rakyat dan renovasi desa.
Langkah ini dipandang sebagai upaya mengembalikan jati diri arsitektur tropis Indonesia sekaligus menghidupkan kembali industri genteng rumahan yang mulai tergerus oleh tren atap metal atau seng.
Sebelum Anda memutuskan untuk merenovasi atap, mari bedah plus minus antara genteng tanah liat vs atap baja/seng berikut ini.
Mengenal Gerakan Gentengisasi Prabowo
Gerakan ini bermula dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap kondisi pemukiman yang terlihat kumuh atau tidak seragam di beberapa wilayah.
Dengan Gentengisasi, diharapkan rumah-rumah penduduk memiliki standar estetika yang lebih baik serta awet. Dan yang paling penting mendukung ekonomi pengrajin genteng lokal di daerah-daerah seperti Soka, Kebumen, atau Majalengka.
Namun, di balik gerakan ini, muncul pertanyaan, apakah genteng tanah liat masih relevan di tengah gempuran material modern? Mari simak ulasan di bawah.
1. Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat adalah material legendaris yang sudah teruji selama berabad-abad di iklim tropis.
Baca Juga: Gerakan Gentengisasi Presiden Prabowo Subianto, Apa Itu?
Kelebihan:
- Lebih Adem: Tanah liat memiliki sifat isolator panas yang sangat baik. Ia mampu menyerap panas matahari tanpa menyalurkannya ke dalam ruangan, sehingga rumah terasa sejuk meski di siang bolong.
- Kedap Suara: Saat hujan deras, suara rintikan air tidak akan terdengar bising. Ini memberikan kenyamanan ekstra dibandingkan atap logam.
- Tahan Lama: Genteng tanah liat yang berkualitas bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Ia tidak berkarat dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
- Estetika Klasik: Memberikan kesan rumah yang kokoh, elegan, dan membumi.
Kekurangan:
- Beban Berat: Genteng ini sangat berat, sehingga memerlukan konstruksi rangka atap (kuda-kuda) yang sangat kuat, biasanya kayu berkualitas tinggi atau baja ringan kelas berat.
- Risiko Kebocoran: Jika pemasangannya tidak presisi atau sudut kemiringannya salah, air mudah merembes melalui celah antar genteng.
- Perawatan: Rentan ditumbuhi lumut jika area rumah sangat lembap atau tertutup pohon.
2. Atap Baja Ringan / Seng (Metal)
Dalam satu dekade terakhir, penggunaan atap metal berpasir atau seng gelombang meningkat pesat karena alasan efisiensi.
Kelebihan:
- Proses Pasang Cepat: Karena ukurannya yang berupa lembaran besar, pemasangan atap metal jauh lebih cepat dan hemat biaya tukang.
- Sangat Ringan: Tidak membebani struktur bangunan. Ini menjadi pilihan utama di daerah rawan gempa karena meminimalisir risiko keruntuhan atap.
- Harga Terjangkau: Secara keseluruhan, biaya material dan pemasangan seringkali lebih murah dibanding genteng tanah liat.
- Anti Bocor & Anti Lumut: Karena sistem pengunciannya yang rapat dan materialnya yang licin, risiko bocor akibat celah sangat minim.
Kekurangan:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Badminton? ini 5 Rekomendasi Sepatu Bulutangkis yang Nyaman
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
5 Sepeda Tanpa Pedal untuk Melatih Keseimbangan Anak, Harga Murah Meriah
-
5 Ide Isi Hampers Estetik, Deretan Kue Kering Terpopuler yang Wajib Ada
-
Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon
-
Kapan Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan?
-
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
-
Apakah Serum Anti Aging Boleh Dipakai Setiap Hari? Cek 5 Rekomendasi untuk Usia 40 Tahun ke Atas
-
7 Shio Paling Beruntung Februari 2026, Siapa yang Mendapat Rezeki Nomplok?
-
Apakah Tanggal 16 Februari 2026 Libur? Cek Jadwal Lengkap Long Weekend Imlek di Sini!