Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 08 Februari 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi Croissant. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Di tengah lanskap bakery Jakarta yang semakin ramai, Carpenter’s Bakehouse resmi membuka pintunya dengan pendekatan yang berbeda: memperhatikan proses, memperketat standar, dan kembali pada teknik dasar viennoiserie klasik Prancis. Viennoiserie merujuk pada kategori pastry Prancis berbasis adonan berlapis dan mentega yang menuntut ketepatan teknik, fermentasi, dan laminasi.

Carpenter’s Bakehouse didirikan oleh Alex Sutanto, seorang baker yang menghabiskan tahun-tahun awal kariernya bekerja di dapur fine dining di Amerika Serikat, termasuk The French Laundry dan Bouchon. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap makanan: presisi, disiplin, dan konsistensi bukan sebagai nilai tambahan, melainkan sebagai fondasi.

Sebelum mendirikan Carpenter’s, Alex lebih dahulu membangun 49rs Bakery sebagai ruang riset dan eksplorasi. Di sana, ia menghabiskan waktu untuk menguji berbagai jenis tepung, proses fermentasi, dan teknik laminasi, hingga menemukan pendekatan yang menurutnya paling mendekati standar klasik yang ia pelajari di dapur profesional. Banyak dari proses tersebut kemudian menjadi dasar praktik di Carpenter’s Bakehouse hari ini.

Di Carpenter’s, croissant ditempatkan sebagai produk utama bukan hanya karena popularitasnya, tetapi karena kemampuannya menunjukkan kualitas teknik secara menyeluruh. Struktur lapisan, keseimbangan rasa, hingga tekstur menjadi parameter utama. Jika croissant dapat dibuat dengan konsisten dan tepat, maka produk lain akan mengikuti standar yang sama.

Pendekatan tersebut kemudian diterapkan pada berbagai viennoiserie lain yang disajikan di Carpenter’s, seperti Butter Croissant, Pain au Chocolat, Cheese Roll Smoke Beef & Cheese, serta Almond Croissant. Setiap pastry diproduksi dengan prinsip yang sama: proses yang terukur dan perhatian terhadap detail.

“Bagi saya, croissant yang baik tidak diukur dari isian atau tampilannya, tetapi dari struktur, keseimbangan, dan rasa. Itulah standar yang ingin kami jaga dan terus kami tingkatkan di Carpenter’s," tutur  Alex Sutanto, Founder & Executive Chef.

Carpenter’s Bakehouse hadir sebagai dine-in experience yang relevan bagi customer, baik untuk saat ini maupun ke depannya, sekaligus menjadi fondasi bisnis jangka panjang yang siap bertumbuh dan berekspansi secara terukur,” ucap Miranda, Director Carpenter’s.

Carpenter’s Bakehouse tidak berangkat dari keinginan untuk menghadirkan menu yang luas atau mengikuti siklus tren yang cepat. Fokusnya adalah membangun rutinitas dapur yang dapat diandalkan: mengerjakan produk yang sama dengan standar yang sama, setiap hari. Pendekatan ini menempatkan proses sebagai pusat, bukan variasi.

Berlokasi di Lauser No. 36, Jakarta Selatan, Carpenter’s Bakehouse kini resmi dibuka untuk publik. Alih-alih mengikuti arus tren, Carpenter’s memilih hadir sebagai ruang yang tenang, dengan ketepatan teknik dan perhatian terhadap detail sebagai pusat dari setiap produk yang disajikan.***

Baca Juga: 5 Manfaat Dahsyat Baking Soda, Bisa Obati Asam Lambung hingga Hilangkan Bau Mulut

Load More