Suara.com - Imlek merupakan perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa (China) yang berbeda dengan penanggalan kalender Masehi. Tak hanya sebagai perayaan tahun baru, Imlek juga lekat dengan hari raya keagamaan. Lantas Imlek peryaan untuk agama apa? Simak ulasan selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.
Hari Selasa, tanggal 17 Februari 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Raya Imlek di Indonesia. Berdasarkan surat Keputusan Bersama (SKB), perayaan ini juga diikuti dengan cuti bersama yang ditetapkan sehari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin, 16 Februari 2026.
Makna Perayaan Imlek
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imlek mempunyai makna lain sebagai penanggalan China sesuai dengan peredaran bulan. Selain itu, Imlek juga kerap didefinisikan sebagai perayaan Tahun Baru China yang jatuh pada tanggal satu, bulan pertama di awal tahun, yang berhubungan dengan pesta menyambut musim semi.
Merujuk pada pemaknaan itu, Imlek kerap dijadikan sebagai sebuah rujukan waktu. Imlek sangat erat kaitannya dengan tradisi bagi masyarakat China.
Di sisi lain, ternyata Tahun Baru Imlek juga menjadi sebuah hari besar keagamaan. Nah, untuk memahami Imlek hari besar perayaan bagi agama apa, yuk simak informasi selengkapnya berikut ini.
Imlek Perayaan untuk Agama Apa?
Imlek banyak disebut sebagai hari raya keagamaan untuk umat Konghucu. Melansir dari berbagi sumber, agama Konghucu merupakan salah satu dari tiga agama besar yang ada di China.
Konghucu sendiri bahkan sudah ditetapkan menjadi agama Negara sejak zaman dinasti Han, atau tepatnya pada tahun 136 sebelum Masehi. Sementara itu, umat agama Konghucu di Nusantara sudah ada sejak berabad-abad silam.
Baca Juga: 7 Lipstik yang Tidak Luntur Saat Makan Hidangan Imlek
Agama Konghucu yang masuk ke Indonesia sendiri berasal dari daratan China yang disebarkan oleh para pedagang dari Tionghoa serta imigran. Berdasarkan perkiraan, para pedagang asal Tionghoa itu tiba di Nusantara pada abad ke-3 Masehi.
Konghucu bisa dikatakan cukup berbeda dengan ajaran agama lainnya seperti Kristen, Islam, Hindu dan Buddha. Di mana Konghucu lebih menitik-beratkan serta kepercayaan dsn praktik yang individual, sehingga menjadikannya bukan suatu agama masyarakat. Kepercayaan Konghucu memiliki unsur pembentukan akhlak yang mulia bagi bangsa Tionghoa.
Imlek secara utamanya adalah perayaan tahun baru berdasarkan pada penanggalan Tionghoa yang dirayakan oleh masyarakat Tiongkok, khususnya lekat dengan tradisi dan agama Konghucu.
Sedangkan di Indonesia, Imlek diakui sebagai hari raya agama Konghucu. Akan tetapi juga dirayakan secara budaya oleh seluruh etnis Tionghoa dari berbagai latar belakang kepercayaan seperti Buddha dan Tao, bahkan Muslim Tionghoa.
Hubungan Perayaan Imlek dengan Agama Konghucu
Sebagaimana diketahui, Tahun Baru Imlek adalah perayaan terpenting bagi orang Tionghoa yang menganut agama Konghucu. Perayaan Imlek sendiri dimulai pada hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa.
Berita Terkait
-
Manis dan Penuh Doa, Inilah 5 Jajanan Khas Tahun Baru Imlek
-
7 Lipstik yang Tidak Luntur Saat Makan Hidangan Imlek
-
Libur Panjang Imlek 2026: Cek Harga Tiket Bus Jakarta-Semarang Terbaru sebelum Kehabisan
-
Tahun Kuda Api, Ini Shio yang Paling Beruntung di Hari Sincia
-
Apakah Tanggal Imlek Selalu Sama Setiap Tahun? Ini Penjelasan Lengkapnya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?