Lifestyle / Female
Minggu, 15 Februari 2026 | 15:55 WIB
Ilustrasi chicken skin. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Chicken skin disebabkan oleh penumpukan berlebihan protein keratin yang menyumbat folikel rambut.
  • Cara utama mengatasinya adalah eksfoliasi kimia menggunakan AHA atau BHA.
  • Tidak dianjrkan untuk menggosok kulit dengan kasar.

3. Hidrasi Juga penting

Cleveland Clinic menekankan bahwa chicken skin akan tampak jauh lebih buruk saat kulit dalam kondisi kering.

Kulit kering cenderung lebih kaku, sehingga sumbatan keratin lebih sulit untuk terlepas secara alami.

Gunakan pelembap yang mengandung bahan bersifat keratolitik (seperti urea) atau pengunci kelembapan (seperti ceramides).

Urea memiliki kemampuan unik untuk melunakkan protein keratin yang keras sekaligus menarik air ke dalam kulit.

Pastikan untuk mengoleskan pelembap segera setelah mandi saat kulit masih dalam keadaan lembap (daerah damp skin) untuk hasil maksimal.

Memakai body lotion untuk chicken skin.

4. Hindari Pemicu Iritasi

Terkadang, kebiasaan sehari-hari justru memperparah kondisi ini. Mandi dengan air yang terlalu panas dapat meluruhkan minyak alami kulit, memicu kekeringan ekstrem yang memperparah KP.

Gunakan air suam-suam kuku dan sabun yang lembut (bebas deterjen keras seperti SLS) agar sawar kulit (skin barrier) tetap terjaga.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Moisturizer Lotion yang Ringan untuk Mengunci Kelembapan Kulit

Mengatasi chicken skin sangat perlu kesabaran dan konsistensi karena kondisi ini seringkali berkaitan dengan genetik.

Dengan perpaduan antara eksfoliasi kimia yang lembut, bantuan regenerasi dari retinoid, dan hidrasi yang tak terputus, bintil-bintil kasar tersebut akan melunak dan kulit akan kembali halus seiring berjalannya waktu

Load More