- Perubahan pola makan dan metabolisme selama belasan jam menuntut kesiapan fisik penderita diabetes.
- Namun bukan berarti penderita diabetes tak bisa optimal berpuasa sebulan penuh.
- Pemilihan jenis karbohidrat yang lebih selektif jadi kunci.
Suara.com - Bagi penderita diabetes, tantangan yang dihadapi saat puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam tubuh.
Perubahan pola makan dan metabolisme selama belasan jam menuntut kesiapan fisik dan pengetahuan yang mumpuni agar ibadah tetap lancar tanpa risiko komplikasi.
Mengutip dari laman resmi American Diabetes Association (ADA), pengelolaan diabetes selama berpuasa harus dilakukan secara individual dan sangat bergantung pada kategori risiko pasien.
Tanpa manajemen yang tepat, penderita diabetes berisiko mengalami hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), hingga dehidrasi berat.
Lantas, bagaimana langkah-langkah aman agar penderita diabetes tetap bisa menjalankan puasa dengan optimal? Berikut panduan lengkapnya.
1. Lakukan Konsultasi Medis Pra-Ramadan
Langkah paling awal dan terpenting adalah melakukan pemeriksaan kesehatan setidaknya 4 hingga 8 minggu sebelum Ramadan dimulai.
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), penderita diabetes disarankan untuk melakukan screening risiko guna menentukan apakah kondisi tubuh mereka memungkinkan untuk berpuasa.
Dokter biasanya akan menyesuaikan dosis obat-obatan atau jenis insulin yang digunakan. Hal ini penting karena risiko hipoglikemia meningkat drastis jika dosis obat yang dikonsumsi saat sahur sama dengan dosis harian di luar bulan puasa.
2. Strategi Nutrisi saat Sahur dan Berbuka
Kunci utama keberhasilan puasa bagi diabetisi terletak pada apa yang ada di piring mereka. Pola makan harus tetap mengikuti prinsip gizi seimbang namun dengan pemilihan jenis karbohidrat yang lebih selektif.
Baca Juga: Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter
- Pilih Karbohidrat Kompleks saat Sahur: Konsumsilah makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, oat, atau gandum utuh. Karbohidrat jenis ini melepaskan energi secara perlahan, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil lebih lama selama berpuasa.
- Hindari "Balas Dendam" saat Berbuka: Penderita diabetes sebaiknya membatasi asupan gula sederhana dan lebih memilih kurma dalam jumlah terbatas (1-2 butir) serta air putih untuk membatalkan puasa. Setelah itu, makanlah dengan porsi kecil tapi sering guna menghindari lonjakan gula darah mendadak (postprandial hyperglycemia).
3. Pantau Kadar Gula Darah secara Berkala
Banyak orang khawatir bahwa menusukkan jarum ke jari untuk cek gula darah akan membatalkan puasa. Namun, para ulama dan ahli medis sepakat bahwa pengecekan gula darah secara mandiri (BGM) tidak membatalkan puasa dan justru sangat dianjurkan.
Lakukan pengecekan minimal 3-4 kali sehari, yakni saat bangun tidur, tengah hari, sebelum berbuka, dan dua jam setelah berbuka. Jika Anda menggunakan Continuous Glucose Monitoring (CGM), pemantauan akan jauh lebih mudah dan akurat dalam mendeteksi tren penurunan atau kenaikan gula darah secara real-time.
4. Menjaga Hidrasi dan Aktivitas Fisik
Dehidrasi adalah risiko nyata, terutama di iklim tropis seperti Indonesia. Pastikan untuk mencukupi asupan cairan minimal 8 gelas sehari dengan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas antara makan malam dan sebelum tidur, serta dua gelas saat sahur.
Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh pekat saat sahur karena bersifat diuretik yang justru mempercepat keluarnya cairan dari tubuh.
Untuk aktivitas fisik, tetaplah bergerak namun hindari olahraga intensitas tinggi saat matahari sedang terik. Jalan santai atau melakukan salat Tarawih sudah dianggap sebagai aktivitas fisik yang cukup untuk menjaga metabolisme tubuh.
5. Kapan Harus Segera Membatalkan Puasa?
Penderita diabetes harus memiliki keberanian untuk membatalkan puasa demi keselamatan nyawa jika muncul tanda-tanda bahaya.
Merujuk pada konsensus yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation (IDF), penderita diabetes wajib segera berbuka jika:
- Kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL (Hipoglikemia).
- Kadar gula darah berada di atas 300 mg/dL (Hiperglikemia).
- Muncul gejala pusing hebat, keringat dingin, gemetar, atau kebingungan (disorientasi).
Puasa bagi penderita diabetes bukanlah hal yang mustahil, namun memerlukan disiplin tinggi dan perencanaan medis yang matang.
Dengan konsultasi dokter yang tepat, pemantauan gula darah yang disiplin, dan pengaturan nutrisi yang bijak, penderita tetap dapat meraih keberkahan Ramadan tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
10 Rekomendasi Warna Lipstik untuk Kulit Sawo Matang
-
20 Link Twibbon Ramadan 2026 Gratis, Bisa Dijadikan Foto Profil WhatsApp
-
7 Rekomendasi Kurma Enak Menurut Dokter Tirta dan Orang-Orang
-
Cek 6 Titik Pembagian Takjil Gratis di Bandung, Ada Ribuan Paket Takjil
-
Sahur atau Buka, Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter
-
7 Rekomendasi Parfum Wangi Pengantin Jawa yang Semerbak dan Tahan Lama
-
Biar Wajah Cepat Putih Pakai Apa? Ini 7 Rekomendasi Tone Up Cream Mulai Rp23 Ribuan
-
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
-
Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasinya
-
Apa Boleh Shalat Tahajud setelah Shalat Witir? Simak Panduan Lengkapnya