Suara.com - Di era media sosial, konten mukbang yakni video seseorang menyantap makanan dalam porsi besar mudah sekali ditemui. Saat bulan Ramadan tiba, muncul pertanyaan yang cukup sering diperdebatkan, bagaimana hukum nonton konten mukbang saat puasa?
Apakah kegiatan tersebut bisa membatalkan puasa, atau hanya mengurangi pahala?
Pertanyaan ini wajar, karena puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah.
Artikel ini akan membahas hukum nonton mukbang saat puasa secara jelas, logis, dan mudah dipahami.
Apa Itu Konten Mukbang dan Mengapa Dipertanyakan saat Puasa?
Mukbang adalah konten video yang menampilkan seseorang makan dengan porsi besar atau makanan yang terlihat menggugah selera. Saat berpuasa, menonton konten seperti ini sering kali memicu:
- Rasa lapar berlebihan
- Nafsu makan yang sulit dikendalikan
- Khayalan berlebihan tentang makanan
Dari sinilah muncul keraguan, apakah menonton mukbang termasuk perbuatan yang membatalkan puasa atau tidak?
Apakah Nonton Mukbang Membatalkan Puasa?
Secara hukum fiqih, puasa batal jika seseorang:
Baca Juga: Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
- Makan atau minum dengan sengaja
- Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang yang membatalkan
- Melakukan hubungan suami istri di siang hari
- Muntah dengan sengaja
- Keluar mani dengan sengaja
Menonton konten mukbang tidak termasuk dalam hal-hal yang secara langsung membatalkan puasa. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang menonton video mukbang.
Namun, pembahasan tidak berhenti sampai di situ.
Apakah Menonton Mukbang Bisa Mengurangi Pahala Puasa?
Meski tidak membatalkan puasa, menonton mukbang berpotensi mengurangi pahala. Puasa mengajarkan pengendalian diri, termasuk:
- Menjaga pandangan
- Mengendalikan hawa nafsu
- Menjauhkan diri dari hal yang memicu syahwat atau keinginan berlebihan
Jika menonton mukbang membuat seseorang:
- Tidak fokus ibadah
- Terobsesi dengan makanan
- Mengeluh lapar berlebihan
- Atau bahkan menimbulkan emosi dan keluhan
Maka nilai puasa tersebut bisa berkurang. Puasa tetap sah secara hukum, tetapi tidak optimal secara spiritual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis