- Kemenkes menyatakan puasa yang benar meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan menciptakan keseimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa.
- Ramadan dapat membangun ketenangan batin, meningkatkan mindfulness, serta memperbaiki pola makan dan tidur masyarakat.
- Studi menunjukkan praktik puasa berkontribusi signifikan pada penurunan gejala stres dan peningkatan kesehatan mental individu.
Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut puasa yang dijalankan dengan benar tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Praktik pengendalian diri selama Ramadan dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa di tengah tekanan kehidupan modern.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan puasa dapat menjadi sarana membangun ketenangan batin apabila disertai tujuan spiritual yang jelas dan pola hidup yang terjaga.
Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan mindfulness, menjaga pola makan dan tidur, serta memperkuat relasi sosial.
Menurut Imran, momentum Ramadan kerap beririsan dengan isu kesehatan jiwa yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Data Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan sekitar 1 dari 20 remaja terdiagnosis mengalami gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
"Namun, selama Ramadan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan berkat praktik puasa dan aktivitas spiritual," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia juga menyinggung hasil penelitian di MAN 2 Kota Cilegon pada 2019 yang mencatat praktik puasa berkontribusi sebesar 98,01 persen terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Studi tersebut menekankan pentingnya pengendalian diri dan peningkatan spiritualitas dalam membantu regulasi emosi.
"Studi Universitas Sirjan Azad menemukan bahwa individu yang berpuasa menunjukkan pengendalian diri yang lebih kuat, yang berdampak positif pada kesehatan mental mereka. Peneliti menemukan bahwa pengendalian diri selama puasa ini membantu individu untuk lebih tenang dalam menghadapi tekanan hidup," katanya.
Mengutip peneliti Prof Dr Siti Nur Azizah, Imran menjelaskan puasa berpotensi menjadi terapi jiwa karena berkaitan dengan pengaturan hormon stres. Puasa disebut membantu menjaga kadar kortisol dan meningkatkan produksi endorfin yang berhubungan dengan rasa bahagia.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya
Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan temuan serupa. Riset National Library of Medicine (2024) menyebut puasa membantu menekan produksi hormon stres seperti kortisol sehingga tubuh dan pikiran lebih rileks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Jokowi Setuju UU KPK Lama, Pengamat: Sikap Politisi yang Cari Aman!
-
Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah
-
Tak Hadir Hari Ini, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Budi Karya di Kasus Suap DJKA
-
Transaksi Narkoba Subuh Digagalkan, Polda Metro Jaya Sita 738 Butir Ekstasi Asal Lampung
-
Tolak Penetapan UMSK 2026, Ribuan Buruh Jawa Barat Gelar Aksi di PTUN Bandung
-
Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh
-
Update Pascabencana Sumatra, Menkes: 8.850 Rumah Tenaga Kesehatan Terdampak Butuh Renovasi Segera
-
Ramadan Geser Jam Macet, Polda Metro Prediksi Lonjakan Sore Lebih Awal
-
5 Fakta Heboh Rumah Jokowi Dilabeli 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps
-
DPR Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadan