Suara.com - Saat menjalani puasa, tantangan terbesar biasanya muncul di pertengahan hari ketika perut mulai terasa kosong. Oleh karena itu, mengetahui cara menahan lapar saat puasa bisa menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga dan aktivitas tetap berjalan lancar.
Banyak yang mengira kunci agar kuat puasa adalah makan sebanyak-banyaknya saat sahur. Padahal, strategi tersebut tidak selalu efektif.
Rasa lapar sebenarnya bisa dikontrol jika kita memahami pola makan dan kebiasaan yang tepat. Berikut ini beberapa cara menahan lapar saat puasa yang bisa langsung kamu terapkan, terutama di bulan Ramadan ini.
Mengapa Kita Mudah Lapar dan Haus Saat Puasa?
Rasa lapar dan haus sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh. Ketika kita tidak makan dan minum selama beberapa jam, tubuh akan mendeteksi penurunan kadar gula darah dan cairan. Otak kemudian mengirimkan sinyal yang kita rasakan sebagai sensasi lapar dan haus.
Saat puasa, tubuh menggunakan cadangan energi dari glikogen (simpanan gula di otot dan hati). Jika cadangan ini mulai menipis, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Di sisi lain, hormon yang mengatur rasa lapar, seperti ghrelin, bisa meningkat, sementara hormon kenyang (leptin) dapat menurun. Inilah sebabnya rasa lapar terasa lebih kuat di siang hari.
Rasa haus pun muncul karena tubuh kehilangan cairan melalui napas, keringat, dan aktivitas harian. Jika asupan cairan saat sahur dan berbuka kurang, risiko dehidrasi meningkat. Dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat tubuh lemas, sulit konsentrasi, dan memicu sakit kepala.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan sebelum puasa juga bisa memperparah kondisi. Makanan jenis ini menyebabkan gula darah naik cepat lalu turun drastis, sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar dan tidak bertenaga.
Cara Efektif Menahan Lapar Saat Puasa
Berikut 9 cara yang bisa kamu terapkan agar rasa lapar lebih terkendali selama menjalani puasa:
Baca Juga: Apakah Puasa dapat Menyebabkan Kulit Kering? 4 Moisturizer Cream dan Gel Ini Wajib Dicoba
1. Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum utuh, kentang, atau ubi dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses pencernaan yang lebih lama membuat energi dilepaskan secara bertahap, sehingga kamu merasa kenyang lebih lama dan tidak cepat lemas di siang hari.
2. Perbanyak Asupan Protein
Protein membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Tambahkan telur, ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan dalam menu sahur. Protein juga membantu memperlambat rasa lapar dan membuat tubuh tetap bertenaga.
3. Konsumsi Serat yang Cukup
Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih tahan lama. Sayuran hijau, wortel, brokoli, apel, pisang, dan pir sangat baik dikonsumsi saat sahur. Kombinasi serat dan protein akan membantu mengontrol rasa lapar dengan lebih efektif.
4. Hindari Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Olahan
Sereal manis, roti putih, minuman manis, serta makanan cepat saji memang terasa mengenyangkan di awal. Namun, makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun, sehingga rasa lapar datang lebih cepat. Sebaiknya pilih makanan alami dan minim proses.
5. Atur Porsi Makan Secukupnya
Makan berlebihan saat sahur bukan berarti akan kenyang lebih lama. Justru, perut yang terlalu penuh bisa membuat tubuh terasa berat dan mengantuk. Konsumsilah makanan dengan porsi seimbang dan jangan terburu-buru saat makan.
6. Cukupi Kebutuhan Cairan
Minum minimal delapan gelas air setiap hari dengan pembagian yang tepat antara berbuka dan sahur. Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan karena dapat meningkatkan produksi urine dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung