- Kurma dianjurkan Nabi Muhammad SAW sebagai menu buka puasa dan menjadi favorit saat Ramadan.
- Muncul perdebatan apakah kurma perlu dicuci karena kekhawatiran debu atau kotoran, meski ada yang menganggap kurma kemasan sudah bersih.
- Otoritas keamanan pangan Arab Saudi memberi anjuran cara konsumsi kurma yang benar.
Tak hanya soal pencucian, SFDA juga memaparkan sejumlah metode pengawetan kurma agar tetap aman dan tahan lama.
Salah satu cara terbaik adalah dibekukan, karena metode ini dapat membunuh atau mengurangi mikroorganisme serta memperlambat proses biologi dan oksidasi.
Pembekuan disarankan dilakukan pada suhu serendah mungkin untuk hasil optimal. Meski demikian, aktivitas enzim tidak sepenuhnya berhenti selama proses pembekuan dan tetap dapat memicu peningkatan pematangan.
Selain dibekukan, kurma juga bisa disimpan di lemari es selama beberapa minggu dengan kemasan yang tepat.
Pendinginan juga bisa memperpanjang masa simpan hingga tiga bulan untuk jenis tertentu, sementara metode pengeringan dengan kelembapan 20 persen dan suhu 25 derajat Celcius mampu membuat kurma bertahan hingga satu tahun.
Di sisi lain, SFDA menegaskan bahwa kurma memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung gula alami seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa, serta serat, mineral, dan vitamin A, B, C, dan E.
Namun karena kadar gulanya tinggi dan bervariasi tergantung jenis serta tingkat kematangan, penderita diabetes disarankan tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi harian yang aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Langgar Kesepakatan, Lima Bangunan Liar di Jalur Subang-Bandung Disegel
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?