- Kurma dianjurkan Nabi Muhammad SAW sebagai menu buka puasa dan menjadi favorit saat Ramadan.
- Muncul perdebatan apakah kurma perlu dicuci karena kekhawatiran debu atau kotoran, meski ada yang menganggap kurma kemasan sudah bersih.
- Otoritas keamanan pangan Arab Saudi memberi anjuran cara konsumsi kurma yang benar.
Suara.com - Kurma merupakan menu buka puasa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tak heran kalau buah yang satu ini menjadi salah satu menu buka puasa favorit umat Muslim.
Meski begitu, masih banyak orang yang bingung apakah buah kurma perlu dicuci dulu sebelum dimakan atau bisa langsung dikonsumsi.
Sebagian orang khawatir adanya debu, kotoran, atau sisa proses distribusi yang menempel di permukaan kurma.
Di sisi lain, ada pula yang beranggapan bahwa kurma kemasan sudah bersih dan aman dikonsumsi tanpa dicuci.
Untuk menjawab kebingungan tersebut, otoritas keamanan pangan di Arab Saudi turut memberikan anjuran terkait cara konsumsi kurma yang benar.
Imbauan ini penting diketahui agar masyarakat tetap aman dan nyaman saat berbuka puasa.
Lalu, apakah kurma perlu dicuci dulu sebelum dimakan? Berikut anjuran yang benar menurut anjuran BPOM Arab Saudi.
Kurma Perlu Dicuci sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi
Banyak orang masih bertanya-tanya, apakah kurma perlu dicuci sebelum dimakan atau bisa langsung dikonsumsi begitu saja.
Menjawab hal ini, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) alias BPOM Arab Saudi telah memberikan anjuran tegas terkait cara aman mengonsumsi kurma sejak beberapa tahun lau.
Baca Juga: 5 Merek Kurma Premium Sekelas Kurma Sukari, Nikmat dan Kaya Serat
Melansir Saudi Gazette, SFDA menyarankan agar lebih dulu mencuci kurma menggunakan air panas sebelum disantap.
Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan adanya residu pestisida dan bahan kimia yang menempel pada permukaan kurma.
Selain itu, SFDA juga mengingatkan agar tidak menggunakan air yang sama lebih dari satu kali saat mencuci kurma.
Penggunaan air berulang dikhawatirkan justru memindahkan kembali kotoran atau zat yang sudah terlepas dari buah.
Dalam penjelasannya, SFDA mengungkapkan bahwa kurma bisa terkontaminasi oleh berbagai zat.
Kontaminasi tersebut meliputi zat kimia seperti residu pestisida dan logam berat beracun, zat fisik seperti serpihan logam, hingga pertumbuhan mikroorganisme berupa ragi dan jamur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight
-
Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng
-
Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500
-
10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink
-
Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?
-
Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
-
Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor
-
Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura