Suara.com - Pertanyaan mengenai apakah saat berbuka puasa sebaiknya membaca doa terlebih dahulu atau langsung minum sering kali muncul setiap bulan Ramadan.
Di tengah masyarakat, praktiknya memang beragam. Ada yang sudah terbiasa membaca doa berbuka secara lengkap sebelum menyentuh makanan atau minuman, sementara yang lain memilih untuk segera meneguk air lalu membaca doa setelahnya.
Perbedaan ini sebenarnya berangkat dari keinginan yang sama, yaitu menjalankan ibadah sesuai tuntunan. Untuk memahami mana yang lebih tepat, kita perlu melihat bagaimana praktik yang dicontohkan dalam ajaran Islam.
Dalam hadis-hadis yang membahas kebiasaan Rasulullah, disebutkan bahwa Muhammad menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam. Beliau biasanya berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum melaksanakan salat Magrib.
Jika tidak ada kurma, beliau meminum beberapa teguk air. Dari keterangan ini, para ulama memahami bahwa tindakan yang didahulukan adalah membatalkan puasa terlebih dahulu, bukan menunda berbuka untuk membaca doa yang panjang.
Menyegerakan berbuka termasuk sunnah yang dianjurkan karena menunjukkan kepatuhan terhadap batas waktu yang telah Allah tetapkan.
Doa Buka Puasa Ramadan
Doa berbuka puasa sendiri memang memiliki keutamaan besar. Waktu berbuka termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, karena seseorang baru saja menyelesaikan ibadah yang penuh kesabaran dan pengendalian diri. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu.”
Selain itu, terdapat pula doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya, yaitu:
Baca Juga: 5 Rekomendasi Takjil Buka Puasa Selain Gorengan, Perut Tak Gampang Begah
“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah,” yang berarti telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.
Redaksi doa ini menunjukkan bahwa ia lebih tepat dibaca setelah seseorang benar-benar berbuka, karena kalimatnya menggambarkan kondisi setelah minum atau makan.
Dengan demikian, jika merujuk pada praktik Rasulullah dan pemahaman para ulama, yang lebih utama adalah segera membatalkan puasa dengan minum atau makan secukupnya ketika waktu Magrib telah masuk, kemudian membaca doa. Hal ini tidak berarti doa diabaikan, melainkan tetap dilakukan pada momen yang tepat.
Bahkan seseorang tetap boleh melafalkan doa singkat atau basmalah sebelum minum sebagai bentuk adab, tetapi tidak perlu menunda berbuka terlalu lama demi membaca doa yang panjang. Islam menekankan kemudahan dan keseimbangan dalam beribadah, termasuk dalam tata cara berbuka puasa.
Menyegerakan berbuka juga memiliki hikmah yang dalam. Selain mengikuti sunnah, hal ini membantu tubuh yang telah menahan lapar dan haus sepanjang hari untuk segera mendapatkan asupan energi.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mempersulit diri dalam ibadah. Justru dengan berbuka tepat waktu, seorang muslim menunjukkan ketaatan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Bongkar 30 Pelanggaran Hukum! Tim Hukum Febrie Optimis Menang Praperadilan
-
Airlangga Sebut Deal Tarif RI-AS Belum Diratifikasi: Ada Masalah, Soal Kerja Paksa Sudah Beres
-
Orang Asing Jadi Bos, Deretan Jajaran Komisaris dan Direksi DSI
-
6 Warna Dompet Pembawa Hoki dan Rezeki Melimpah menurut Feng Shui
-
Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri
-
Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan
-
Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta
-
Negara Tetangga Angkat Topi Usai Kevin Diks Ditunjuk Jadi Wakil Kapten Borussia Monchengladbach