Setelah berbuka secukupnya dan membaca doa, dianjurkan untuk melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan utama, sebagaimana yang dicontohkan dalam tradisi yang berkembang dari tuntunan Nabi.
Perbedaan kebiasaan di masyarakat sering kali muncul karena kurangnya pemahaman terhadap dalil yang ada atau karena tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun.
Namun, selama niatnya baik dan tidak menyimpang dari prinsip dasar ajaran Islam, hal tersebut tidak perlu menjadi perdebatan yang tajam. Yang terpenting adalah memahami bahwa sunnah menunjukkan untuk menyegerakan berbuka terlebih dahulu, kemudian memanjatkan doa dengan penuh rasa syukur.
Dengan pemahaman ini, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan yakin bahwa mereka telah mengikuti tuntunan yang benar.
Pada akhirnya, pertanyaan buka puasa baca doa dulu atau minum dulu? dapat dijawab dengan sederhana: yang lebih utama adalah minum atau makan secukupnya untuk membatalkan puasa, lalu membaca doa.
Dengan mengikuti sunnah tersebut, kita tidak hanya menjalankan ibadah secara benar, tetapi juga merasakan keindahan ajaran Islam yang penuh kemudahan, keseimbangan, dan kasih sayang. Semoga setiap momen berbuka menjadi kesempatan untuk bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik