- Menu sahur identik dengan yang praktis
- Tak heran banyak yang memilih memanaskan ulang makanan sisa buka puasa.
- Namun tak semua jenis makanan aman dipanaskan kembali.
Suara.com - Demi kepraktisan, memanaskan kembali sisa makanan dari waktu berbuka puasa (Iftar) seringkali menjadi solusi untuk menu sahur.
Namun perlu diketahui, tidak semua makanan aman untuk dipanaskan ulang.
Beberapa jenis makanan justru dapat mengalami perubahan struktur kimia, kehilangan nutrisi, hingga memicu pertumbuhan bakteri berbahaya jika dipanaskan lagi.
Alih-alih memberikan energi untuk berpuasa, salah memilih menu sahur justru bisa memicu gangguan pencernaan atau keracunan makanan.
Berikut adalah daftar jenis makanan yang sebaiknya tidak Anda panaskan kembali untuk menu sahur, lengkap dengan penjelasan ilmiahnya.
1. Bayam dan Kangkung
Bayam dan kangkung adalah sumber zat besi dan nitrat yang baik. Namun, sayuran ini sangat sensitif terhadap panas berulang.
Memanaskan kembali bayam dapat mengubah kandungan nitrat di dalamnya menjadi nitrit, dan kemudian menjadi nitrosamin.
Menurut laporan dari Center for Food Safety, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nitrit yang berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan.
Pasalnya jika terlalu banyak, dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen.
Baca Juga: Tips Atur Jam Tidur saat Ramadan: Istirahat Tetap Cukup tanpa Skip Sahur
Selain risiko kimiawi, memanaskan sayuran hijau berulang kali akan merusak tekstur dan menghilangkan kandungan vitamin C serta folat yang sangat dibutuhkan tubuh saat berpuasa.
Sebaiknya masak sayuran hijau dalam porsi sekali habis atau konsumsi dalam keadaan dingin jika memang harus disimpan.
2. Nasi
Mungkin ini yang paling mengejutkan, karena nasi adalah makanan pokok yang paling sering dipanaskan.
Masalah utama pada nasi sebenarnya bukan pada proses pemanasannya, melainkan cara penyimpanannya sebelum dipanaskan.
Melansir dari laman kesehatan resmi National Health Service, nasi yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama dapat memicu pertumbuhan spora Bacillus cereus.
Bakteri ini menghasilkan toksin yang tidak akan mati meskipun nasi dipanaskan kembali pada suhu tinggi. Gejalanya bisa berupa muntah dan diare, yang tentu akan sangat menyiksa jika terjadi saat Anda sedang berpuasa.
Jika ingin menyimpan nasi untuk sahur, segera masukkan ke kulkas setelah nasi dingin, dan pastikan hanya memanaskannya satu kali saja.
3. Ayam dan Protein Tinggi
Ayam adalah primadona menu sahur karena kandungan proteinnya yang mengenyangkan.
Namun, protein dalam ayam dapat mengalami denaturasi atau perubahan struktur jika dipanaskan untuk kedua kalinya setelah disimpan di lemari es dalam waktu lama.
Mengutip panduan keamanan pangan dari Food Standards Agency, pemanasan ulang yang tidak merata pada ayam dapat menyisakan titik-titik dingin yang menjadi tempat bakteri Salmonella bertahan hidup.
Selain itu, perubahan komposisi protein pada ayam yang dipanaskan kembali seringkali menyebabkan masalah pencernaan bagi mereka yang memiliki lambung sensitif.
Jika harus memanaskan ayam, gunakan api kecil dan pastikan panasnya merata hingga ke bagian terdalam daging, atau konsumsi ayam dalam kondisi suhu ruang jika sudah matang sempurna.
4. Telur
Telur, baik itu telur rebus maupun telur dadar, adalah sumber protein instan. Namun, memanaskan kembali telur yang sudah matang pada suhu tinggi dapat mengubahnya menjadi racun bagi sistem pencernaan.
Tekstur telur akan menjadi karet dan kandungan nitrogen di dalamnya dapat teroksidasi, yang berpotensi memicu gangguan metabolisme.
5. Jamur
Jamur memiliki kandungan protein dan mineral yang sangat rentan terhadap serangan mikroorganisme. Begitu jamur dimasak dan disimpan, protein di dalamnya mulai hancur oleh enzim dan bakteri.
Jika dipanaskan kembali, perubahan komposisi protein ini dapat menyebabkan sakit perut yang hebat dan kembung.
Kepraktisan saat sahur memang penting, namun kesehatan adalah prioritas utama.
Hindari memanaskan kembali bayam, nasi yang salah simpan, ayam, telur, dan jamur untuk menghindari risiko gangguan kesehatan di tengah menjalankan ibadah puasa.
Dengan pemilihan menu sahur yang tepat, tubuh akan tetap bugar dan ibadah puasa pun berjalan lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
Link Daftar Mudik Gratis Surveyor Indonesia, Ini Syarat dan Rutenya
-
Berapa Batas Maksimal Tukar Uang Baru Lewat PINTAR BI? Ini Rinciannya
-
Profil dan Kekayaan Mochtar Riady yang Mau Jual One Raffles Place Singapura
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
5 Resep Sahur Sehat Anti Lemas agar Puasa Tetap Berenergi Seharian
-
Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah yang Benar, Ini Keutamaannya
-
Resep Praktis Gehu Pedas Ala Chef Devina Hermawan untuk Takjil Ramadan