Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 24 Februari 2026 | 11:03 WIB
Ilustrasi kopi saat sahur. (Pexels.com/Toni Cuenca)

Suara.com - Bagi sebagian orang, kopi bukan hanya minuman pelengkap di kala sarapan, bahkan sudah menjadi rutinitas harian untuk meningkatkan fokus dan memulihkan energi setelah bangun tidur.

Namun, sayangnya saat menjalankan ibadah puasa Ramadan seringkali membuat fokus dan konsentrasi seseorang jadi goyah dan terganggu akibat rasa kantuk yang melanda di siang hari.

Biasanya, di jam-jam rawan tersebut, solusi yang paling tepat adalah mengonsumsi segelas atau secangkir kopi hangat dengan aroma yang mengunggah selera, rasa kantuk auto hilang dan tubuh kembali segar dan berenergi.

Di bulan Ramadan, seorang muslim tentu saja tetap mempunyai aturan, di mana tidak boleh menyeruput kopi sesuka hati seperti kebiasan-kebiasan yang dilakukan di luar puasa.

Bagi para pecinta kopi, seringkali muncul pertanyaan penting: kapan waktu terbaik minum kopi tanpa menganggu kelancaran ibadah puasa.

Pertanyaan ini wajar dipertanyakan banyak orang, mengingat kopi sudah menjadi rutinitas harian dan berfungsi untuk memulihkan energi, menghilangkan rasa kantuk, dan menjaga tubuh tetap segar.

Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan?

Ilustrasi minum kopi saat sahur. (Meta AI)

Pemilik nama lengkap Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa Dokter Tirta akan menjelaskan mengenai kapan waktu yang tepat minum kopi.

Dokter Tirta memberikan paparan singkat mengenai efek kafein jika dikonsumsi saat sahur dan anggapan salah soal minum kopi selepas Isya membuat seseorang jadi susah tidur.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkatnya.

Baca Juga: Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama

Waktu Yang Tepat Minum Kopi Menurut Dokter Tirta

Dalam sebuah segmen tanya jawab yang diunggah ke YouTube TirtaPengPengPeng miliknya, Dokter Tirta menjelaskan waktu yang terbaik untuk mengonsumsi kopi selama bulan Ramadan.

Ia menegaskan sebetulnya, sah-sah saja minum kopi saat sahur dan tidak membatalkan puasa. Namun harus diperhatikan juga efek samping dari kafein itu sendiri.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar tetap mengonsumsi kopi, hanya saja waktunya bergeser jadi malam hari selepas Isya.

Dengan pola seperti itu memungkinkan Anda untuk tetap lancar menjalankan ibadah puasa, tanpa khawatir jam waktu tidur jadi terganggu atau malah membuat jadi insomnia akibat efek kafein.

Karena pada dasarnya, kafein hanya mampu bertahan dalam tubuh selama tiga jam. Minum kopi selepas Isya cocok untuk muslim yang suka bergadang sembari membaca Al-Qur’an.

Minum Kopi saat Sahur Memicu Dehidrasi

Menurut Dokter Tirta, ada beberapa hal yang  yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi kopi saat sahur, terutama terkait efek samping kafein bagi tubuh.

Kafein dalam kopi berfungsi sebagai stimulan untuk meningkatkan aktifitas jantung serta membuat tubuh lebih berenergi.

Sisi lain, kafein juga dapat merangsang produksi urine berlebih, sehingga membuat seseorang jadi sering buang air atau pipis.

Efek samping ini justru sangat mengkhawatirkan bagi keberlangsungan Anda selama menjalankan ibadah puasa karena berpotensi dehidrasi dan menimbulkan rasa haus.

Tips Aman Minum Kopi saat Sahur

Ilustrasi secangkir kopi. [Gemini Ai]

Agar tetap aman dan manfaat kafein dalam kopi langung terasa ke tubuh secara optimal, ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Maksimal 1 cangkir kecil atau sekitar 150 ml saat sahur.
  2. Sebaiknya, konsumsi kopi tanpa gula atau hanya sedikit gula, karena gula berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah dan tubuh jadi cepat lemas.
  3. Tidak disarankan minum kopi dalam kondisi perut kosong, untuk membantu mengurangi risiko iritasi lambung.
  4. Perbanyak minum air putih agar cairan dalam tubuh terpenuhi dan tetap terjaga keseimbangan selama berpuasa.
  5. Batasi konsumsi kopi apabila Anda memiliki riwayat maag, GERD, gangguan irama jantung, gangguan kecemasan.

Cinta kopi boleh saja, asalkan konsumsi dalam batas yang wajar saat puasa Ramadan. Jangan sampai kelancaran ibadah puasa jadi terganggu karena mengabaikan kesehatan.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More