- Niat puasa Ramadan merupakan rukun wajib yang harus dilakukan pada malam hari, antara Maghrib hingga sebelum Subuh.
- Aktivitas makan sahur yang dilakukan dengan maksud berpuasa dapat menggantikan niat yang tidak dilafalkan secara lisan.
- Umat Muslim disarankan berniat di awal Ramadan atau menggunakan pengingat untuk mengantisipasi lupa membaca niat malam hari.
Suara.com - Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, niat merupakan fondasi utama yang menentukan keabsahan ibadah tersebut.
Namun, sebagai manusia yang tak luput dari sifat lupa, terkadang muncul kekhawatiran, "Bagaimana jika saya terbangun kesiangan dan lupa membaca niat puasa? Apakah puasa saya hari ini tetap sah?"
Persoalan ini sering kali menjadi kegelisahan bagi umat Muslim di tengah padatnya aktivitas selama bulan suci.
Untuk menjawab keraguan tersebut, mari kita bedah secara mendalam berdasarkan perspektif hukum Islam dan penjelasan para ulama.
Niat: Rukun yang Tak Boleh Terlewatkan
Secara syariat, niat adalah salah satu rukun puasa yang wajib dipenuhi.
Merujuk pada mayoritas ulama, khususnya dalam Madzhab Syafi'i yang dominan di Indonesia, niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari (tabyit), yakni dalam rentang waktu antara setelah tenggelamnya matahari (Maghrib) hingga sebelum terbitnya fajar (Subuh).
Sebagaimana dikutip dari laman BAZNAS Kota Yogyakarta, kedudukan niat sangatlah krusial.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Daud).
Tanpa adanya niat, secara tekstual puasa seseorang dianggap tidak memenuhi syarat sah rukunnya.
Baca Juga: 7 Ide Menu Buka Puasa Sehat untuk Sehari-hari, Bebas Gorengan dan Santan
Apakah Makan Sahur Bisa Menggantikan Niat?
Satu pertanyaan menarik yang sering muncul adalah mengenai aktivitas sahur.
Jika seseorang makan sahur namun lupa melafalkan doa niat puasa secara lisan, apakah aktivitas makannya tersebut bisa dianggap sebagai niat?
Melansir penjelasan dari NU Online Lampung, ada kabar baik bagi Anda yang sempat makan sahur meskipun lupa melafalkan niat.
Banyak ulama madzhab Syafi'i dalam kitabnya, di antaranya Imam Nawawi dalam Majmu' dan Raudhoh, menyebutkan bahwa aktivitas makan sahur itu sendiri secara otomatis bisa dianggap sebagai niat.
Keinginan di dalam hati untuk berpuasa yang diwujudkan melalui tindakan makan sahur sudah mencukupi syarat niat, meski niat tersebut tidak diucapkan secara lisan (talaffudz).
Sebab, hakikat niat adalah al-qashdu atau menyengaja di dalam hati.
Tips agar Tidak Lupa Niat Puasa
Agar ibadah Anda berjalan lancar dan hati tetap tenang, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.
Niat setelah Shalat Tarawih: Jadikan kebiasaan untuk membaca niat secara berjamaah atau sendiri tepat setelah shalat Witir. Ini adalah waktu yang paling aman untuk memastikan tabyit (niat malam hari) sudah terlaksana.
Gunakan Pengingat di Ponsel: Atur alarm khusus pada jam 10 atau 11 malam dengan label "Sudah Niat Puasa?".
Niat Sebulan Penuh di Awal Ramadan: Seperti saran di atas, jangan lupa melafalkan niat untuk berpuasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadan guna mengantisipasi kelalaian di hari-hari berikutnya.
Jadi, apakah puasa tetap sah jika tak baca niat? Jawabannya bergantung pada situasi Anda.
Jika Anda sempat makan sahur dengan tujuan untuk berpuasa, maka puasa Anda tetap sah karena aktivitas sahur tersebut sudah merepresentasikan niat di dalam hati.
Pastikan Anda selalu memasang niat di dalam hati setiap malam agar ibadah di bulan suci ini tetap sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Cara Hitung Dana Beasiswa LPDP Arya Pamungkas Iwantoro yang Harus Kembali ke Negara
-
Kenapa Disebut Gamis Bini Orang? Ini Asal-usul dan Ciri Khas Tren Baju Lebaran 2026
-
Cara Orang Indonesia Pilih Dompet Digital 2026: Tertarik Promo, Tapi Keamanan Jadi Penentu
-
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta
-
Arya Iwantoro Kerja Apa di Inggris? Terancam Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Model Cheongsam untuk Tampil Elegan, Mulai Rp200 Ribuan
-
Berapa Miliar Dana Beasiswa yang Harus Dikembalian Suami Dwi Sasetyaningtyas? Ini Kata Bos LPDP
-
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
-
Alumni LPDP Tinggal di Luar Negeri Maksimal Berapa Lama? Ini Sanksi Jika Tak Kunjung Pulang