Lifestyle / Female
Selasa, 24 Februari 2026 | 13:46 WIB
Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro (Instagram/sasetyaningtyas)
Baca 10 detik
  • Kontroversi LPDP timbul karena Tyas memamerkan kewarganegaraan Inggris anak-anaknya.
  • Dwi Sasetyaningtyas berasal dari keluarga mapan swasta dengan ayah seorang manajer keuangan.
  • Arya Iwantoro memiliki latar belakang kuat dalam birokrasi.

Suara.com - Kontroversi seputar Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Iwantoro, sebagai alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus bergulir. Perbedaan silsilah keluarga Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro pun turut disorot.

Kasus ini bermula dari unggahan Tyas di media sosial yang memamerkan status kewarganegaraan Inggris anak-anaknya. Hal ini memicu perdebatan sengit tentang nasionalisme, etika penggunaan dana negara, dan kewajiban pengabdian pasca-studi.

Meski Tyas telah meminta maaf dan pasangan ini berjanji mengembalikan dana beasiswa beserta bunganya, sorotan publik tak kunjung pudar. Salah satu aspek yang paling banyak dibahas netizen adalah latar belakang atau silsilah keluarga mereka.

Pasangan ini memang berasal dari kalangan menengah atas yang mapan. Namun, ada perbedaan mencolok dalam orientasi profesi dan pengaruh sosial-politik. Seperti apa perbedaan silsilah keluarga Tyas dan Arya?

Silsilah Keluarga Dwi Sasetyaningtyas

Dwi Sasetyaningtyas, lulusan Teknik Kimia ITB dan S2 Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology Belanda (2015-2017), sering menggambarkan latar belakang keluarganya sebagai "sederhana" atau bahkan "miskin" dalam narasi pribadinya.

Namun, penelusuran netizen membongkar fakta yang bertolak belakang. Ayah Dwi Sasetyaningtyas ternyata berprofesi sebagai financial manager di sektor swasta, sebuah posisi yang menunjukkan stabilitas ekonomi tinggi dan keterampilan manajemen keuangan profesional.

Ini mencerminkan silsilah keluarga yang lebih fokus pada dunia bisnis pribadi, tanpa keterlibatan langsung dalam birokrasi pemerintahan atau sektor publik.

Keluarga Dwi dianggap mapan secara finansial, dengan akses pendidikan berkualitas yang memungkinkan Tyas meraih beasiswa LPDP tanpa hambatan signifikan.

Kontroversi muncul ketika klaim "hidup susah" Tyas dipertanyakan, karena posisi ayahnya sebagai financial manager sering dikaitkan dengan gaji tinggi dan jaringan bisnis yang luas.

Baca Juga: Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!

Selain itu, keluarga Tyas tidak memiliki catatan publik tentang keterlibatan dalam kasus hukum atau politik nasional, membuat silsilah mereka terlihat lebih "privat" dan berorientasi pada karir individu.

Dalam konteks kasus viral, perbedaan ini menyoroti bagaimana Tyas dianggap "beruntung" dari keluarga swasta yang stabil, tapi tetap memanfaatkan dana negara untuk studi luar negeri.

Hingga 2026, diskusi ini masih ramai, dengan netizen menilai narasi Tyas sebagai upaya membangun citra "underprivileged" untuk simpati publik, meski fakta menunjukkan keluarga yang cukup berada.

Silsilah Keluarga Arya Iwantoro

Berbeda tajam dengan Tyas, Arya Iwantoro adalah lulusan Teknik Kelautan ITB, S2 dan S3 di Utrecht University Belanda (2017-2022). Sosoknya berasal dari keluarga dengan pengaruh kuat di ranah pemerintahan.

Ayahnya, Syukur Iwantoro, adalah birokrat senior yang lahir di Situbondo pada 1959 dan memiliki karir panjang di Kementerian Pertanian RI.

Syukur pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian pada 2019, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Badan Karantina Pertanian, serta Ketua Umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo).

Ia juga terkait dengan PT RMI-Mitr Phol Group sebagai Vice President Director, menunjukkan keterkaitan erat antara birokrasi dan agribisnis nasional.

Silsilah ini mencerminkan garis keturunan yang dekat dengan kekuasaan negara, dengan rekam jejak yang mencakup pendidikan agribisnis dan posisi strategis di institusi pemerintah.

Dalam konteks kasus LPDP, latar belakang ini dikaitkan dengan dugaan pelanggaran Arya terhadap aturan 2N+1, di mana ia diwajibkan mengabdi di Indonesia selama 5 tahun pasca-studi, tapi justru berkarir sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth, Inggris.

Usai viral, Arya telah setuju mengembalikan dana beasiswa. Namun, kehidupan pribadinya, termasuk silsilah keluarganya, tetap menjadi amunisi kritik netizen.

Publik menilai keluarga birokrat seperti ini seharusnya lebih patuh pada aturan negara.

Kasus ini tak hanya tentang perbedaan silsilah keluarga, tapi juga pelajaran tentang transparansi dan tanggung jawab. Dengan total dana LPDP yang digelontorkan untuk Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro mencapai miliaran rupiah, publik menuntut akuntabilitas lebih tinggi.

Load More