- Buah membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
- Kurma dan buah tinggi air cocok untuk menu berbuka.
- Hindari buah tinggi gas agar tidak kembung saat perut kosong.
Suara.com - Menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan hal yang sangat krusial. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi energi dan kesehatan selama puasa adalah pola makan, terutama saat momen berbuka puasa.
Melansir informasi dari laman UM Surabaya, strategi pemenuhan gizi saat puasa sebenarnya telah diatur dalam pembagian persentase asupan harian. Idealnya, asupan nutrisi saat berbuka puasa terbagi menjadi 30% untuk makanan utama dan 10% untuk takjil.
Selanjutnya, konsumsi camilan setelah ibadah tarawih disarankan sebesar 15%, diikuti dengan makanan utama saat sahur sebesar 30%, dan ditutup dengan camilan sebelum waktu imsak sebanyak 15%. Jika diabaikan, risiko munculnya masalah kesehatan seperti anemia dan malnutrisi akan semakin tinggi.
Manfaat Buah dalam Metabolisme Tubuh
Selain pemenuhan energi, tubuh sangat membutuhkan asupan vitamin, mineral, protein, lemak, dan serat yang cukup. Na, buah-buahan menjadi sumber alami berbagai vitamin penting seperti vitamin A, B1, B6, dan C, serta kaya akan mineral dan serat pangan.
Masih melansir informasi dari laman UM Surabaya, seorang ahli gizi bernama Tri Kurniawati menjelaskan apabila vitamin dan mineral dalam buah memiliki peran penting untuk menjaga fungsi optimal proses metabolisme tubuh.
Lebih lanjut, asupan buah memberikan perlindungan terhadap proses oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas. Oleh karena itu, memilih jenis buah yang tepat untuk menu berbuka puasa menjadi langkah cerdas dalam memenuhi kebutuhan biologis tubuh setelah seharian menahan haus dan lapar.
Berikut adalah beberapa jenis buah yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
1. Kurma sebagai Sumber Energi Alami yang Cepat Serap
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
Kurma memiliki kandungan nutrisinya yang luar biasa. Ahli gizi menyarankan untuk memulai berbuka dengan buah yang memiliki rasa manis alami seperti kurma atau madu. Sekitar 70% kandungan kurma asli terdiri dari gula alami berupa sukrosa dan fruktosa yang sangat mudah diserap oleh tubuh.
Proses penyerapan yang cepat ini membuat kurma mampu menghasilkan energi dalam waktu singkat, sehingga sangat efektif untuk menormalkan kembali kadar gula darah yang menurun selama berpuasa.
Tidak hanya soal energi, kurma juga kaya akan kalsium, zat besi, vitamin K, asam folat, dan berbagai antioksidan seperti karoten, fenolik, serta antosianin yang baik untuk kesehatan jangka panjang.
2. Buah Tinggi Kadar Air
Selama puasa, tubuh rentan mengalami kekurangan cairan yang dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Untuk mengatasi hal ini, mengonsumsi buah dengan kandungan air yang tinggi sangat dianjurkan saat berbuka.
Buah-buahan jenis ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan, tetapi juga membantu memulihkan cairan, vitamin, dan mineral yang hilang.
Beberapa pilihan buah tinggi kadar air yang bisa dimasukkan ke dalam menu takjil antara lain semangka, jeruk, nanas, dan blewah. Kesegaran alami dari buah-buahan ini dapat membantu menstabilkan kondisi fisik secara instan tanpa memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan.
Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka
Meskipun buah umumnya menyehatkan, terdapat beberapa jenis yang sebaiknya dihindari saat perut masih dalam keadaan kosong atau tepat saat berbuka puasa. Buah yang mengandung gas tinggi seperti nangka dan durian perlu diwaspadai.
Kandungan gas yang berlebihan dapat memicu perut kembung dan rasa penuh yang tidak nyaman. Kondisi perut yang terasa sangat penuh akibat gas justru akan mengurangi nafsu makan untuk mengonsumsi bahan makanan bergizi lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Berita Terkait
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
10 Ide Menu Buka Puasa Sederhana, Hemat dan Praktis untuk Keluarga di Rumah
-
Link Pendaftaran Jawara Mudik Gratis Lebaran 2026 untuk Warga Banten
-
Apa Itu Gamis Bini Orang? Lagi Ngehype di Ramadan 2026, Segini Harganya
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
6 Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling Pintar BI di Jogja, Jangan Sampai Kehabisan
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Cek Keputusan Resminya di Sini