Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 24 Februari 2026 | 19:01 WIB
Ilustrasi buah-buahan (Unsplash/dava darshan)
Baca 10 detik
  • Buah membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
  • Kurma dan buah tinggi air cocok untuk menu berbuka.
  • Hindari buah tinggi gas agar tidak kembung saat perut kosong.

Suara.com - Menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan hal yang sangat krusial. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi energi dan kesehatan selama puasa adalah pola makan, terutama saat momen berbuka puasa. 

Melansir informasi dari laman UM Surabaya, strategi pemenuhan gizi saat puasa sebenarnya telah diatur dalam pembagian persentase asupan harian. Idealnya, asupan nutrisi saat berbuka puasa terbagi menjadi 30% untuk makanan utama dan 10% untuk takjil.

Selanjutnya, konsumsi camilan setelah ibadah tarawih disarankan sebesar 15%, diikuti dengan makanan utama saat sahur sebesar 30%, dan ditutup dengan camilan sebelum waktu imsak sebanyak 15%. Jika diabaikan, risiko munculnya masalah kesehatan seperti anemia dan malnutrisi akan semakin tinggi.

Ilustrasi buah-buahan. [Dok.Antara]

Manfaat Buah dalam Metabolisme Tubuh

Selain pemenuhan energi, tubuh sangat membutuhkan asupan vitamin, mineral, protein, lemak, dan serat yang cukup. Na, buah-buahan menjadi sumber alami berbagai vitamin penting seperti vitamin A, B1, B6, dan C, serta kaya akan mineral dan serat pangan.

Masih melansir informasi dari laman UM Surabaya, seorang ahli gizi bernama Tri Kurniawati menjelaskan apabila vitamin dan mineral dalam buah memiliki peran penting untuk menjaga fungsi optimal proses metabolisme tubuh.

Lebih lanjut, asupan buah memberikan perlindungan terhadap proses oksidatif yang dipicu oleh radikal bebas. Oleh karena itu, memilih jenis buah yang tepat untuk menu berbuka puasa menjadi langkah cerdas dalam memenuhi kebutuhan biologis tubuh setelah seharian menahan haus dan lapar.

Berikut adalah beberapa jenis buah yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

1. Kurma sebagai Sumber Energi Alami yang Cepat Serap

Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan

Kurma memiliki kandungan nutrisinya yang luar biasa. Ahli gizi menyarankan untuk memulai berbuka dengan buah yang memiliki rasa manis alami seperti kurma atau madu. Sekitar 70% kandungan kurma asli terdiri dari gula alami berupa sukrosa dan fruktosa yang sangat mudah diserap oleh tubuh.

Proses penyerapan yang cepat ini membuat kurma mampu menghasilkan energi dalam waktu singkat, sehingga sangat efektif untuk menormalkan kembali kadar gula darah yang menurun selama berpuasa.

Tidak hanya soal energi, kurma juga kaya akan kalsium, zat besi, vitamin K, asam folat, dan berbagai antioksidan seperti karoten, fenolik, serta antosianin yang baik untuk kesehatan jangka panjang.

2. Buah Tinggi Kadar Air

Selama puasa, tubuh rentan mengalami kekurangan cairan yang dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Untuk mengatasi hal ini, mengonsumsi buah dengan kandungan air yang tinggi sangat dianjurkan saat berbuka.

Buah-buahan jenis ini tidak hanya menyegarkan tenggorokan, tetapi juga membantu memulihkan cairan, vitamin, dan mineral yang hilang.

Beberapa pilihan buah tinggi kadar air yang bisa dimasukkan ke dalam menu takjil antara lain semangka, jeruk, nanas, dan blewah. Kesegaran alami dari buah-buahan ini dapat membantu menstabilkan kondisi fisik secara instan tanpa memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan.

Jenis Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka

Meskipun buah umumnya menyehatkan, terdapat beberapa jenis yang sebaiknya dihindari saat perut masih dalam keadaan kosong atau tepat saat berbuka puasa. Buah yang mengandung gas tinggi seperti nangka dan durian perlu diwaspadai.

Kandungan gas yang berlebihan dapat memicu perut kembung dan rasa penuh yang tidak nyaman. Kondisi perut yang terasa sangat penuh akibat gas justru akan mengurangi nafsu makan untuk mengonsumsi bahan makanan bergizi lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Load More