Di Inggris, gaji seorang Senior Research Consultant bervariasi tergantung pengalaman, spesialisasi, serta institusi tempat bekerja.
Berdasarkan data rata-rata, gaji pokok (base pay) untuk posisi Senior Research Consultant berada di kisaran £34.000 hingga £49.000 per tahun, dengan rata-rata sekitar £41.000 per tahun.
Selain gaji pokok, terdapat tambahan pendapatan (additional salary) yang rata-rata mencapai £5.000 per tahun, dengan rentang antara £2.000 hingga £11.000.
Jika digabungkan, total kompensasi tahunan bisa mencapai sekitar £46.000 atau bahkan lebih, tergantung performa dan kebijakan lembaga tempat bekerja.
Jika dikonversikan ke rupiah dengan asumsi kurs sekitar Rp20.000 per Poundsterling, maka penghasilan tahunan tersebut setara dengan kurang lebih Rp820 juta hingga Rp920 juta per tahun.
Angka ini tentu tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata pendapatan di Indonesia.
Di kota besar seperti London, gaji Research Consultant bahkan bisa mencapai £45.000 per tahun untuk level menengah, dan lebih tinggi lagi untuk posisi senior atau dengan pengalaman panjang di bidang tertentu.
Apabila Arya berada pada level senior dengan latar belakang pendidikan S2 dan S3 dari universitas ternama seperti Utrecht University, bukan tidak mungkin ia menerima gaji dalam kisaran atas tersebut.
Tekanan Publik dan Isu Pengembalian Dana
Baca Juga: Tegas Hina Negara, Penerima LPDP Bakal Di-blacklist Pemerintah
Di tengah polemik yang berkembang, muncul kabar bahwa Arya setuju untuk mengembalikan dana beasiswa LPDP.
Langkah ini dinilai sebagian pihak sebagai bentuk tanggung jawab atas dugaan pelanggaran komitmen kontribusi.
Dalam skema beasiswa LPDP, penerima memang diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dan mengabdi selama jangka waktu tertentu.
Jika tidak memenuhi kewajiban tersebut, terdapat konsekuensi administratif hingga finansial, termasuk pengembalian dana beasiswa.
Kasus ini pun memantik diskusi lebih luas mengenai komitmen moral penerima beasiswa negara.
Banyak warganet mempertanyakan etika penerima dana publik yang memilih berkarier di luar negeri tanpa terlebih dahulu memenuhi kewajiban kontribusi di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Terpopuler: Shio Paling Hoki 12 April 2026, Top 7 Sepatu Lokal Senyaman Nike dan ASICS
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
5 Sunscreen Spray SPF 50 Terbaik yang Bisa Kamu Gunakan
-
Strategi Atur Napas Finansial: Mengapa Pria Usia 30-an Kini Lebih Hobi Pakai Paylater?
-
Desain Indonesia Incar Panggung Global Lewat Pameran Furnitur Terbesar di Milan
-
Bukan Cuma Tabungan, Ini Alasan Asuransi Wajib Masuk Rencana Masa Depan
-
7 Sepatu Lokal Sekelas Nike dan ASICS, Fleksibel Buat Jalan Jauh dan Lari
-
5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
-
Lupakan Sandal Berat! Ini Tren Alas Kaki Cloud-Walking yang Bakal Dominasi Musim Panas 2026
-
Siap-siap Cuan, 5 Shio Bakal Hoki Besar Besok Minggu 12 April 2026