Lifestyle / Female
Kamis, 26 Februari 2026 | 18:33 WIB
Irawati Puteri (Instagram.com/irawatiputeri)
Baca 10 detik
  • Irawati Puteri meraih beasiswa penuh LPDP untuk menyelesaikan S2 di Stanford University.
  • Ia lulus program Master in International Comparative Education and International Education Policy Analysis.
  • Ira lulusan Hukum UI yang sukses menjadi orang Indonesia pertama diterima program studi Stanford tersebut.

Suara.com - Irawati Puteri, atau yang akrab disapa Ira, menjadi inspirasi bagi banyak orang di Indonesia. Perempuan muda ini berhasil meraih beasiswa penuh dari LPDP untuk menempuh pendidikan S2 di Stanford University, salah satu universitas terbaik di dunia.

Perjalanannya bukanlah cerita biasa. Ira berasal dari keluarga sederhana yang menghadapi kesulitan ekonomi ekstrem, dan pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl atau SPG chicken nugget.

Kisahnya menunjukkan bagaimana ketekunan dan determinasi bisa mengubah nasib, meski dimulai dari titik terendah. Namun, namanya kini viral setelah menjadi alumni LPDP yang ikut "diburu" oleh netizen setelah Dwi Sasetyaningtyas.

Latar belakang Ira dimulai dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan. Lahir sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, orang tuanya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk menghidupi keluarga.

Ayahnya sering mengajarkan nilai ketabahan, dengan pesan bahwa "jangan kalah sama keadaan." Kondisi ini membuat Ira sadar betul akan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Sejak sekolah dasar (SD), Ira sudah bergantung pada bantuan keuangan dan beasiswa untuk melanjutkan sekolah.

Ia bahkan menyaksikan adiknya putus sekolah karena biaya yang tak terjangkau, yang semakin memotivasi dirinya untuk bekerja sambilan sebagai guru les demi menambah penghasilan keluarga.

Irawati Puteri (Instagram.com/irawatiputeri)

Memasuki masa SMA, Ira mulai aktif mengikuti kompetisi akademik. Awalnya, motivasinya sederhana: untuk mendapatkan uang hadiah.

Namun, prestasinya di kompetisi-kompetisi itu justru membuka pintu pengurangan biaya sekolah yang signifikan. Di sela-sela itu, Ira bekerja sebagai SPG chicken nugget.

Baca Juga: Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen

Pekerjaan ini dipilih karena tidak ada syarat tinggi badan minimal, dan pilihan pekerjaan sampingan terbatas selain mengajar les.

Penghasilan dari SPG digunakan untuk membayar sewa rumah, sementara waktu luangnya dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri masuk universitas.

Meski sibuk, Ira tetap fokus pada studi, yang akhirnya membuahkan hasil ketika ia lulus tes masuk perguruan tinggi.

Pada tahun masuk kuliah, Ira berhasil lolos jalur SBMPTN ke Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan SIMAK UI ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Ia memilih UI karena lebih dekat dan hemat biaya transportasi. Selama 4,5 tahun kuliah S1, Ira menunjukkan prestasi gemilang. Ia menjadi Pembicara Terbaik dalam kompetisi debat Fakultas Hukum UI, yang sejalan dengan minatnya terhadap hukum yang terinspirasi dari pengalaman debat.

Ira juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Debat Fakultas Hukum UI dan aktif berkompetisi di berbagai event debat. Motivasi utamanya adalah keinginan untuk mengatasi ketidakadilan struktural di masyarakat.

Irawati Puteri (Instagram.com/irawatiputeri)

Mulai semester 7, ia bekerja sebagai Legal and Policy Manager di sebuah firma hukum sambil menyelesaikan studi.

Setelah lulus sarjana, Ira tidak berhenti di situ. Ia melamar program Master in International Comparative Education and International Education Policy Analysis di Stanford University, California.

Program ini sangat selektif, hanya menerima 20 mahasiswa dari seluruh dunia per angkatan. Ira menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di bidang ini.

Keberhasilannya didukung oleh pendekatan multidisipliner, menggabungkan pengetahuan hukum untuk menciptakan kebijakan pendidikan berbasis riset, dengan fokus pada komunitas marjinal, ketidakadilan struktural, kemiskinan, dan dampak grassroots.

Seluruh biaya studinya ditanggung oleh beasiswa LPDP, yang ia raih pada tahun 2023. Ia pun berhasil lulus S2 dari Stanford University pada tahun 2024.

Kelulusannya ini sempat ia bagikan di akun Instagram miliknya, @irawatiputeri.

"Saya adalah generasi pertama, perempuan, dan satu-satunya orang Indonesia di kohort LLM terkecil di dunia. Saya juga satu-satunya penerima beasiswa LPDP Indonesia di Stanford tahun ini dan satu-satunya mahasiswa Master di kohort Minor PhD Stanford School of Humanities and Science," tulisnya di akun Instagram miliknya pada 24 Juni 2024.

"Saya mencapai semua ini sambil menerbitkan buku puisi ketiga saya, melatih siswa untuk kompetisi debat internasional, mengelola kelas saya sendiri (termasuk bangun pukul 3 pagi untuk menyesuaikan zona waktu yang berbeda), memengaruhi pengikut media sosial saya, menavigasi tantangan visa, berhasil menemukan pelatihan akademik dan kesempatan asisten penelitian, berlatih untuk maraton, membangun selera fashion yang lebih baik, dan tampil super imut—dan saya masih sangat muda—jika bukan yang termuda di kohort saya! Perempuan benar-benar bisa melakukan semuanya!" tandas Irawati Puteri.

Load More