- Ramadan Fest pertama kali diadakan di area Masjid Al Ikhlas PIK2 sebagai kegiatan ngabuburit di tepi laut Jakarta.
- Sebanyak tenant UMKM binaan menawarkan beragam takjil murah meriah, berkisar Rp2.000 hingga Rp25.000.
- Acara ini menggabungkan ibadah, kebersamaan, dan dukungan ekonomi lokal bagi para pelaku usaha kecil sekitar.
Suara.com - Langit pesisir utara Jakarta perlahan berubah jingga ketika angin laut berembus lembut di kawasan Riverwalk Island. Sore itu, aroma gorengan hangat, sate yang dibakar perlahan, dan bumbu rempah yang mengepul dari wajan-wajan kecil berpadu dengan suasana religius di pelataran Masjid Al Ikhlas PIK2.
Ramadan di tepi laut ternyata punya cara sendiri untuk menghadirkan kehangatan. Untuk pertama kalinya, Ramadan Fest digelar di area masjid tersebut, menghadirkan pengalaman ngabuburit yang bukan sekadar soal menunggu azan Magrib.
Deretan tenant yang seluruhnya merupakan UMKM binaan program CSR PIK2 berjejer rapi, menawarkan aneka takjil dan hidangan berbuka dengan harga ramah di kantong, mulai dari Rp2.000 hingga Rp25.000.
Di sini, setiap pembelian bukan hanya soal mengisi perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi roda ekonomi warga sekitar.
Pilihan menunya beragam. Ada gorengan renyah yang masih mengepul, cireng isi ayam dengan sambal pedas manis, sate padang kaya rempah yang aromanya menggoda dari kejauhan, hingga nasi kebuli dengan porsi melimpah.
Sate bandeng yang jarang ditemui di bazar lain pun menjadi incaran. Di sisi lain, minuman segar berwarna-warni tersusun rapi di atas meja berbalut taplak cerah, menambah semarak suasana senja.
Rina (34), seorang karyawan swasta yang bekerja di kawasan PIK2, mengaku kini sengaja menyempatkan waktu untuk mampir sebelum pulang.
“Saya biasanya langsung pulang kerja, tapi sekarang jadi betah ngabuburit di sini. Pilihannya banyak dan harganya masuk akal. Rasanya juga enak, nggak kalah sama yang di mal,” ujarnya sambil menggenggam dua bungkus nasi kebuli dan es buah.
Baginya, lokasi bazar yang tepat di depan masjid menjadi nilai tambah. Ia bisa membeli makanan sekaligus menunaikan salat Magrib berjamaah tanpa harus berpindah tempat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Ngabuburit, Isi Aktivitas Produktif Jelang Buka Puasa
Ahmad (52), warga Penjaringan yang datang bersama istrinya, melihat Ramadan Fest dari sudut pandang berbeda. Sebagai pensiunan guru, ia menilai kegiatan ini menghadirkan dimensi sosial yang kuat.
“Bagus sekali konsepnya. Kita bisa bantu UMKM, suasananya juga religius karena di depan masjid. Jadi terasa benar semangat Ramadannya,” katanya.
Ia menyebut, berburu takjil di kawasan pesisir seperti ini terasa lebih hangat karena ada rasa kebersamaan yang tumbuh secara alami.
Menjelang waktu berbuka, antrean kian padat. Anak-anak kecil berlarian sambil membawa minuman dingin, sementara orang tua sibuk memilih lauk untuk sahur.
Di tengah hiruk pikuk itu, terasa jelas bahwa Ramadan Fest bukan sekadar bazar musiman. Ia menjadi ruang temu antara ibadah, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Berburu takjil di pesisir Jakarta kini bukan hanya tentang menemukan makanan lezat dengan harga terjangkau. Di pelataran masjid yang menghadap semilir angin laut, senja berubah menjadi momen berbagi melalui sepiring gorengan, sebungkus nasi kebuli, dan dukungan sederhana yang memberi asa bagi para pelaku usaha kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli
-
3 Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 200MP Rp3 Jutaan 2026, Ada Fitur AI hingga OIS
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Kopdes Merah Putih Bakal Salurkan KUR, Bansos hingga LPG 3 Kg
-
Inkonsisten Soal Status Hukum Febrie, Kejagung Disemprot: Jangan Ada Perlakuan Khusus!
-
Kapal Berpenumpang 74 Orang Tenggelam di Selayar Sulsel, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan
-
Redmi Note 17 Rilis dengan Fitur AI Anti Penipuan, Ini Spesifikasinya