Suara.com - Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menandai berakhirnya era panjang kepemimpinan paling berpengaruh di Iran. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi pusat kendali politik, militer, dan ideologi Republik Islam Iran.
Seiring dengan kabar mengejutkan ini, pembahasan tentang harta kekayaan Ali Khamenei kembali mencuat seiring sorotan dunia terhadap warisan kekuasaan yang ia tinggalkan.
Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, Khamenei tidak hanya memegang otoritas atas angkatan bersenjata dan kebijakan strategis negara, tetapi juga diyakini mengelola kerajaan ekonomi raksasa melalui berbagai lembaga dan organisasi.
Kini, setelah ia wafat di usia 86 tahun, pembahasan tentang harta kekayaan Ali Khamenei membuat publik penasaran. Berikut ulasan lengkapnya.
Profil Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran. Ia berasal dari keluarga religius sederhana dan sejak kecil telah mendapatkan pendidikan agama yang kuat.
Ayahnya adalah seorang ulama Syiah, sehingga lingkungan keagamaan sangat membentuk karakter dan pandangan hidupnya.
Sejak usia muda, Khamenei aktif dalam gerakan menentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi. Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali ditangkap dan dipenjara oleh aparat keamanan SAVAK.
Pada 1981, ia selamat dari upaya pembunuhan melalui ledakan bom yang menyebabkan lengan kanannya lumpuh permanen.
Setelah Revolusi Islam 1979, karier politiknya menanjak cepat. Ia pernah menjabat sebagai presiden Iran selama dua periode (1981-1989).
Baca Juga: Siapa Istri Ali Khamenei? Ikut Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ketika pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini wafat pada 1989, Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Jabatan ini memberinya otoritas tertinggi atas militer, peradilan, intelijen, hingga kebijakan strategis negara.
Di bawah kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tantangan besar. Ia dikenal sebagai sosok yang keras terhadap Barat, bahkan kerap menyebut Amerika Serikat sebagai “musuh utama” Iran.
Selain itu, Khamenei memperkuat peran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) serta membangun jaringan sekutu regional yang mencakup kelompok-kelompok di Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina.
Harta Kekayaan Ali Khamenei
Secara resmi, tidak ada data terbuka yang menjelaskan berapa total kekayaan pribadi Ali Khamenei. Namun sejumlah laporan media internasional menyebut bahwa ia memiliki kendali atas jaringan aset yang sangat besar melalui berbagai lembaga semi-negara di Iran.
Salah satu lembaga yang paling sering dikaitkan dengan kekayaan tersebut adalah Setad (Headquarters for Executing the Order of the Imam).
Awalnya, lembaga ini dibentuk untuk mengelola properti dan aset yang disita setelah Revolusi Islam 1979. Seiring waktu, Setad berkembang menjadi kelompok usaha besar yang memiliki bisnis di banyak sektor, seperti properti, perbankan, telekomunikasi, farmasi, hingga energi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN