Suara.com - Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang politik Timur Tengah.
Sosok yang selama lebih dari tiga dekade menjadi otoritas tertinggi di Iran itu kini tak lagi memegang kendali, namun publik semakin tajam menyoroti jejak kekuasaannya. Lantas, berapa gaji pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei?
Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Khamenei memegang kendali tertinggi atas militer, kebijakan strategis, hingga arah ideologi negara.
Di tengah sorotan global terhadap kekuasaan dan pengaruhnya, gaji Ali Khamenei membuat publik penasaran, karena berbagai media internasional pernah menyebut aset dan kekayaannya bernilai fantastis. Berikut ulasan lengkapnya.
Profil Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran. Ia berasal dari keluarga religius sederhana dan sejak kecil menempuh pendidikan berbasis kajian Alquran. Bahkan pada usia 11 tahun, ia sudah memenuhi syarat sebagai ulama Syiah.
Pada era 1960-an, Khamenei aktif dalam gerakan menentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi bersama Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Aktivismenya membuat ia beberapa kali dipenjara dan diasingkan oleh dinas intelijen SAVAK. Setelah Revolusi Islam 1979 menggulingkan monarki, karier politiknya melesat cepat.
Ia pernah menjabat sebagai wakil menteri pertahanan, anggota parlemen, hingga akhirnya terpilih sebagai presiden Iran pada 1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammad Ali Rajai. Di tahun yang sama, ia selamat dari upaya pembunuhan yang menyebabkan lengan kanannya lumpuh permanen.
Setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat pada 1989, Majelis Pakar Iran menunjuk Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi.
Baca Juga: Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran? Ini Kronologinya
Pada awalnya, ia dianggap sebagai sosok kompromi, namun perlahan ia berhasil memperkuat posisinya dan memusatkan kendali atas militer, lembaga peradilan, badan intelijen, hingga media pemerintah.
Selama masa kepemimpinannya, Iran harus menghadapi sanksi ekonomi yang berat, tekanan diplomatik dari Barat, serta berbagai gelombang protes di dalam negeri.
Khamenei juga dikenal sebagai penggagas "Poros Perlawanan", yaitu jaringan sekutu Iran di kawasan seperti Hizbullah di Lebanon serta kelompok bersenjata di Irak dan Yaman. Di saat yang sama, program nuklir Iran terus menjadi sorotan dunia internasional.
Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?
Secara resmi, tidak ada angka pasti yang dipublikasikan mengenai gaji pokok Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Pemerintah Iran tidak pernah mengumumkan secara terbuka besaran pendapatan tetap yang ia terima dari negara.
Namun, laporan investigasi yang pernah dipublikasikan media internasional menyebutkan bahwa Khamenei diyakini mengendalikan jaringan aset bernilai sangat besar melalui organisasi bernama Setad (Headquarters for Executing the Order of the Imam).
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
5 Bahan Makanan yang Beracun Jika Tidak Diolah Benar, Termasuk Kimpul?
-
Rumus Volume Kerucut Lengkap dengan Cara Hitung Paling Gampang
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan