Suara.com - Tewasnya Ali Khamenei oleh serangan udara Amerika Serikat pada penghujung Februari 2026 lalu menyisakan duka bagi masyarakat Iran, namun juga segudang fakta.
Sang Ayatollah ternyata meninggalkan segudang aset dan bisnis yang nilainya tak hanya miliaran, tetapi hingga ribuan triliunan Rupiah.
Kanal BBN Times melaporkan bahwa mendiang pemimpin tertinggi Iran ini punya bisnis yang menjadi penyokong kehidupannya sehari-hari.
Mari intip sumber kekayaan Ali Khamenei yang nilainya fantastis.
Sumber Kekayaan Ali Khamenei
Kembali merujuk ke pada BBN Times, kekayaan bersih Ayatollah Ali Khamenei diperkirakan mencapai angka yang sangat besar, yaitu antara USD95 miliar hingga USD200 miliar.
Jika angka tersebut dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, nilai kekayaannya bisa mencapai sekitar Rp1.603 triliun hingga Rp3.400-an triliun.
Sebagian besar kekayaan ini tidak disimpan dalam rekening pribadi, melainkan dikelola melalui sebuah organisasi bisnis raksasa bernama Setad.
Organisasi ini awalnya didirikan untuk mengelola properti yang ditinggalkan atau disita setelah Revolusi Islam 1979.
Setad kini telah berkembang menjadi konglomerat bisnis yang menguasai berbagai sektor penting di Iran, seperti industri minyak, telekomunikasi, perbankan, hingga proyek konstruksi besar.
Baca Juga: Kekayaan Ali Khamenei Diduga Tembus Rp 3.400 Kuadriliun, Lebih Kaya dari Indonesia?
Kekayaan Dialokasikan untuk Pengembangan Negara
Ali Khamenei menggunakan harta kekayaan ini sebagai alat untuk menjaga stabilitas negara.
Dana dari Setad sering kali digunakan sebagai dana darurat untuk membiayai kebutuhan mendesak masyarakat tanpa harus melewati birokrasi parlemen.
Uang tersebut mengalir ke program-program bantuan sosial, pembangunan sekolah, dan fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah miskin.
Kekayaan ini juga dipakai untuk memperkuat sektor militer dan keamanan negara guna menghadapi tekanan internasional.
Meskipun mengelola aset bernilai miliaran USD, ia tetap menampilkan gaya hidup sederhana sebagai bentuk teladan kepemimpinan bagi pendukungnya di dalam negeri.
Nasib Setad setelah Ali Khamenei wafat
Secara konstitusi, kendali atas Setad tidak hilang begitu saja, namun mengalami perpindahan pengawasan sementara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!