Lifestyle / Komunitas
Rabu, 11 Maret 2026 | 10:52 WIB
Apakah Lebaran NU dan Muhammadiyah 2026 Jatuh di Hari yang Sama? (Alim/unsplash)

Suara.com - Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, banyak orang mulai bertanya-tanya apakah lebaran Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di tahun 2026 ini jatuh di tanggal yang sama?

Perbedaan hari Idul Fitri di Indonesia termasuk hal yang umum. Pasalnya, NU dan Muhammadiyah memang menggunakan metode perhitungan awal bulan Hijriah yang berbeda. Karena itulah, tanggal awal puasa keduanya pun berbeda.

Hari Lebaran 2026 menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dulu menentukan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 yang jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Kepastian ini tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang berisi tentang penetapan hasil hisab untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Penentuan tersebut berasal dari hasil perhitungan hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Dalam prosesnya, perhitungan ini menggunakan prinsip, syarat, serta parameter yang merujuk pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Melalui metode tersebut, diketahui bahwa ijtimak menjelang bulan Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC, yang bertepatan dengan tanggal 30 Ramadan 1447 H.

Ketika matahari terbenam pada hari terjadinya ijtimak tersebut, sebelum waktu menunjukkan pukul 24.00 UTC sudah terdapat wilayah di bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG).

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Anda dapat mengetahui bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri menurut Muhammadiyah ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Prediksi Hari Lebaran 2026 menurut NU

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) juga memperkirakan bahwa Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 kemungkinan besar akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perkiraan ini dapat Anda temukan dalam kalender Almanak NU yang diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama PCNU Bojonegoro.

Walaupun demikian, tanggal tersebut masih berstatus sebagai prediksi awal dan belum menjadi keputusan resmi. Mengutip keterangan dari laman resmi NU, penetapan pasti mengenai Hari Raya Idul Fitri 2026 tetap harus menunggu hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan pada akhir bulan Ramadan.

Baca Juga: Promo THR Alfamart 2026, Tebus Murah Sirup dan Kue Kaleng Lebaran 2026 Anti Zonk

Dalam menentukan awal bulan Syawal, NU mengacu pada metode Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Metode ini menetapkan beberapa kriteria, di antaranya tinggi hilal mar’i minimal 3 derajat serta elongasi hilal haqiqi sekurang-kurangnya 6,4 derajat sebagai syarat penetapan awal bulan Hijriah. Dengan demikian, Anda perlu menunggu hasil rukyat hilal untuk memastikan tanggal resmi perayaan Idul Fitri tersebut.

Prediksi Hari Lebaran 2026 menurut Pemerintah

Pemerintah memperkirakan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perkiraan tersebut tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag).

Namun, Anda perlu memahami bahwa tanggal tersebut masih bersifat prediksi awal. Kepastian mengenai jadwal Idul Fitri 2026 baru akan diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat. Mengutip informasi dari laman resmi Kemenag Sulawesi Barat, Kemenag dijadwalkan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026.

Dalam proses penentuan tersebut, pemerintah menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu metode perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung terhadap hilal (rukyatul hilal).

Apabila hilal berhasil terlihat dan memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama dari negara-negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, maka Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal akan ditetapkan pada keesokan harinya.

Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari melalui metode yang dikenal sebagai istikmal.

Load More