- Lingkar Gentong merupakan salah satu titik kemacetan parah di jalur selatan Jawa Barat.
- Tersedia tiga rute alternatif melalui Wado, Panjalu, dan jalur tikus Kadipaten.
- Pemudik wajib memastikan kondisi rem dan mesin prima sebelum melintasi tanjakan.
Suara.com - Gentong merupakan salah satu jalur yang dikenal sebagai titik rawan kemacetan. Terdapat beberapa alternatif mudik untuk menghindari macet di Lingkar Gentong.
Sebagai informasi, Lingkar Gentong adalah salah satu jalur nasional lintas selatan Jawa Barat.
Jalur tersebut kerap dilalui pemudik dari Jakarta atau Bandung untuk menuju ke arah Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah.
Lingkar Gentong sendiri mempunyai beberapa tanjakan sehingga kerap menimbulkan kemacetan, baik saat arus mudik atau pada puncak arus balik.
Dari arah Jakarta atau Bandung, Lingkar Gentong berada setelah melalui jalur Nagreg.
Jika Nagreg adalah "pintu gerbang", maka Gentong adalah "ujian terberat" di jalur selatan.
Terletak di wilayah Kadipaten, Tasikmalaya, jalur ini terkenal sangat teknis serta rawan terjadi penumpukan kendaraan.
Terdapat beberapa kasus seperti kampas rem overheat hingga mesin mati bagi kendaraan dengan kondisi kurang prima jika melintasi jalur tersebut.
Jalur ini terdiri dari deretan tanjakan dan turunan yang sangat terjal dengan tikungan hairpin (berbentuk tusuk konde).
Baca Juga: Menilik Strategi Kementerian PU Amankan Jalur Utama Jakarta Menuju Selatan Jawa Demi Mudik Lancar
Nama "Gentong" diambil dari keberadaan gentong-gentong air di pinggir jalan yang dahulu digunakan warga.
Lingkar gentong sendiri dikenal sebagai salah satu 'jalur tengkorak' pada alur mudik di jalan lintas selatan.
Untuk menghindari kemacetan saat berada di turunan dan tanjakan, terdapat beberapa rute alternatif yang bisa diambil.
Apabila masih berada di lintas selatan. Jalur alternatif bisa menuju ke Kecamatan Kadipaten, lalu keluar di daerah Ciawi.
Pemudik bisa masuk ke jalan dekat kantor Desa Kadipaten (menuju ke Polsek Kadipaten). Dari Arah Bandung, jalan alternatif menghindari Gentong tepat berada sebelum turunan curam pertama.
Pemudik disarankan belok kanan sebelum turunan pertama, dengan arah menuju Mapolsek Kadipaten.
Rute bakal menelusuri jalanan desa lantas keluar di Kampung Wage dekat Pos Polisi Gentong. Namun jika arah Pos Polisi Gentong macet, pemudik dapat keluar lewat Pasirhuni Ciawi.
Berdasarkan keterangan Polres Ciamis, kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kemacetan di Lingkar Gentong.
Lalu lintas akan dialihkan melalui Panumbangan dan keluar lewat Cihaurbeuti. Alternatif lain jika jalur masih macet, maka arus akan ditarik menuju Panjalu dan Kawali.
Pada Mudik 2025 lalu, kepolisian menyiapkan puluhan personel untuk menangani arus lalu lintas di Pos Pengamanan Leter U Gentong.
Berikut beberapa skenario alternatif mudik untuk menghindari macet di Lingkar Gentong:
1. Jalur Tengah (Via Wado - Majalengka)
Ini adalah rute paling populer untuk benar-benar menghindari wilayah Gentong dan Malangbong. Jalur ini ditempuh jika pemudik dari arah Bandung ingin ke Jawa Tengah.
Rute: Bandung → Cileunyi → Sumedang → Wado → Kirisik → Bantarujeg → Talaga → Cikijing → Kuningan/Majalengka → Jawa Tengah (Brebes/Cirebon).
Kelebihan: Menghindari kemacetan di Nagreg, Malangbong, dan Gentong secara total.
Catatan: Jalur Wado memiliki tanjakan curam (Tanjakan Cae) dan jalan yang berkelok. Pastikan kondisi rem dan mesin kendaraan dalam keadaan prima.
2. Jalur Panjalu (Via Cihaurbeuti - Panumbangan)
Jika Anda sudah terlanjur sampai di wilayah Ciawi (Tasikmalaya) namun Lingkar Gentong macet total, polisi biasanya mengarahkan ke jalur ini.
Rute: Ciawi → Panumbangan → Panjalu → Kawali → Ciamis/Banjar
Kelebihan: Memecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di jalur utama Ciawi-Gentong. Jalur ini relatif lebih sepi dan memiliki aspal yang cukup baik.
3. Jalur "Tikus" Kadipaten (Khusus Kendaraan Kecil)
Warga lokal sering menyarankan jalur ini untuk memotong kemacetan tepat sebelum turunan Gentong.
Rute: Belok kanan sebelum turunan pertama Gentong (arah Mapolsek Kadipaten) → Masuk ke jalan desa → Keluar di Kampung Wage atau Pasirhuni, Ciawi.
Catatan: Hanya disarankan untuk mobil pribadi. Jalanan cukup sempit, minim penerangan di malam hari, dan sebaiknya dilalui saat siang hari dengan bantuan navigasi digital atau petunjuk warga lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
5 Lip Balm SPF Tinggi yang Bagus untuk Lindungi Bibir saat Cuaca Panas
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Mini Favorit Anak Kos, Ukuran Kecil Bikin Hidup Lebih Praktis
-
Konsep Baru di Dunia Fitness, VERTEX8 Luncurkan HYROX Training Zone di BSD
-
Rangkaian Skincare Murah Viva untuk Beruntusan dan Jerawatan, Mulai Rp5 Ribuan
-
Makna Dulang Pungkasan di Momen Siraman Syifa Hadju, Simbol Tanggung Jawab Terakhir Orangtua
-
Berapa Harga Mug Stanley? Jadi Souvenir Akad Nikah El Rumi dan Syifa Hadju